Home » Berita » Sukseskan Target RPJMD, Adalah Tugas Sejarah dan Kemanusiaan

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Sukseskan Target RPJMD, Adalah Tugas Sejarah dan Kemanusiaan

Bupati Buol memimpin Rapat Konsultasi Publik penyusunan Rancangan Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021. Rapat yang maha penting ini, dihadiri oleh seluruh unsur pemerintahan, baik asisten, staf ahli, kepala OPD dan seluruh Camat se- Kabupaten Buol, bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu, 3 Maret 2021.

2022 Capai Target Visi-Misi dan RPJMD

Saat membuka kegiatan, Bupati Buol Amirudin Rauf menekankan kepada seluruh jajaran pemerintahan, khususnya OPD agar focus merealisasikan target dan capaian Visi-Misi dan RPJMD Tahun 2022 sebagai pertanggungjawaban moral, politik, dan sosial kepada rakyat.

“ Tahun 2022 adalah tahun terakhir periode jabatan saya. Olehnya, saya harapkan kita harus mampu mengakselerasi seluruh program dan kebijakan untuk mempercepat pemenuhan target kita. Jika bisa, di akhir tahun ini, kita sudah mampu mencapai, atau paling tidak menghampiri target kita di Tahun depan” ujar Bupati.

Menurut Bupati, aspek kualitas dan kuantitas harus berjalan seiring. Artinya, selain terdapat peningkatan hajat hidup rakyat dan pengentasan kemiskinan, namun mesti terdapat juga perubahan berdasarkan deret ukur, atau dapat di ukur dalam aspek kuantitas.  

Tak lupa, Bupati memaparkan data-data yang masih harus di genjot untuk memenuhi target RPJMD tersebut. Pertama, Target 50.000 ekor sapi, yang tahun 2020 kemarin baru berada di angka 35.433 ekor (minus 14.000 ekor), Kedua, Target 50. 000 ton beras yang tahun kemarin baru di angka 35 ribu ton (minus 15 ton), dan target pengembangan budidaya udang vaname. 

Target yang sudah tercapai bahkan melebihi ada pada sektor produksi jagung, dimana target 100 ribu ton Tahun 2022, di akhir Tahun 2020, produksi jagung sudah berada di angka 117 ribu ton (surplus 17 ribu ton), menyisakan waktu dua tahun sebelum target RPJMD.

Gerakan Semesta Pengentasan Kemiskinan

Aspek kualitatif yang mesti menjadi platform dan panglima kebijakan dan program menurut Bupati Buol adalah pada ukuran dan indikator kesejahteraan rakyat yang secara otomatis berarti seturut dengan pengentasan kemiskinan.

“Dampak program yang kita cetuskan sudah memberi efek menetes pada hajat hidup rakyat, walaupun belum maksimal dan mencapai target kita.  Geliat aktifitas produksi perekenomian multi sector rakyat meningkat. Di Tahun 2019 kemiskinan berada di angka 15 persen, terjadi penurunan di Tahun 2020 menjadi 13 persen “ tambah Bupati. 

“target kita di tahun 2022 angka kemiskinan harus turun sampai ke angka 1 digit. Olehnya kita harus menggalakan program “gerakan semesta” untuk pengentasan kemiskinan. Setiap OPD harus melahirkan program dan kebijakan yang memiliki perspektif lompatan jauh kedepan untuk mengakselerasi capaian target ini. Gerakan semesta ini harus multi sektoral” ucap Bupati lantang.

“Ciptakan program yang dapat  mengentaskan kemiskinan. Kita harus Optimis angka kemiskinan kita turun hanya 1 digit di Tahun depan” lanjut Bupati.

Olehnya, gerakan semesta pengentasan kemiskinan ini harus menjadi pijakan utama lahirnya program di setiap OPD. Dalam menyusun kebijakan dan program OPD harus mampu kreatif dan inovatif serta berpikir kritis dalam mengelaborasi program yang berkonsekuensi pada pembukaan lapangan kerja baru.

“Membuka lapangan kerja baru, akan menyerap pengangguran kedalam sector kerja. Hal ini, tentu akan meningkatkan pendapatan rakyat. Olehnya, saya harap OPD harus jeli dan cerdas menyusun kerangka program dan kebijakanya” lanjut Bupati. 

Menurut Bupati, sekalipun Kab. Buol bukan merupakan daerah industri ekstraktif seperti Kab. Morowali dan Luwuk, namun hal itu bukan menjadi alasan untuk tidak mampu melahirkan program yang menyerap tenaga kerja. Sector pertanian, peternakan, dan perikanan akan menjadi liding sector penyerapan tenaga kerja di Buol. 

Ketatkan Ikat Pinggang OPD!

Kebijakan pengetatan ikat pinggang bukan hal baru dalam istilah ekonomi. Praktek ini adalah kecenderungan kebijakan ekonomi suatu Negara saat terjadi krisis atau paska krisis. Fokusnya adalah efisiensi, atau pemangkasan anggaran yang tidak prioritas atau mengurangi konsumsi yang tidak perlu.

Situasi pandemik Covid-19 menyebabkan krisis ekonomi global. Raksa-raksasa ekonomi dunia sekalipun seperti AS dan China tak lepas dari badai resesi ekonomi akibat pandemi yang menyebar dengan cepat ini. Pandemik menyingkap satu hal: haluan ekonomi setiap Negara terbukti rapuh dan rentan krisis sewaktu-waktu.

Dalam skala lokal, pandemik memaksa terjadi pemangkasan anggaran dan refocusing anggaran. Sudah dua tahun sejak pandemic hadir, pemangkasan anggaran dan refocusing menjadi solusi untuk pembiayaan penanganan pandemic Covid-19 tersebut.

Untuk itu, Bupati Buol berharap agar seluruh OPD sadar akan kondisi keuangan daerah saat ini. Di butuhkan empati dan keihklasan agar memangkas anggaran yang tidak prioritas, seperti perjalanan dinas, dan anggaran lainnya yang tidak bersentuhan langsung dengan hajat hidup rakyat.

“OPD wajib menerapkan kebijakan pengetatan Ikat Pinggang. Hapus anggaran yang tidak prioritas, dan alokasikan untuk membiayai dan melahirkan program yang bersentuhan langsung dengan perekonomian rakyat sekaligus memiliki efek domino pada pembukaan lapangan kerja. Perjalanan dinas yang tidak perlu, lebih baik di alihkan untuk program kerakyatan” ujar Bupati Buol meyakinkan OPD.

Buol Adil Makmur Bukan Kapitalistik-Eksploitatif

Olehnya bupati sangat berharap kepada seluruh pimpinan OPD untuk menghindari tindakan-tindakan kolaborasi negative yang hanya mementingkan kepentingan segelintir orang, dan mengesampingkan kepentingan rakyat banyak.

“Saya harap para Kepala Dinas untuk mawas diri, dan berhati-hati dalam menjalankan kegiatan. Tidak boleh ada unsur nepotisme dan koruptif dalam setiap menjalankan kegiatan. 

Bupati mengatakan kita ingin program di era kita dapat mewujudkan masyarakat Buol yang adil dan makmur. Masyarakat tanpa eksploitasi. Buol yang hendak wujudkan adalah Buol tanpa penghisapan manusia atas manusia. 

Tugas Sejarah dan Tugas Kemanusiaan

Olehnya Bupati menginstruksikan agar OPD mengutamakan rasa kemanusiaan dan kepedulian. Menurut Bupati, pengelolaan pemerintahan kita sudah cukup baik dengan meraih WTP empat kali berturut-turut dan di Tahun 2020 dalam pemberantasan korupsi meraih peringkat pertama se-Sulteng dan peringkat 42 se- Indonesia. 

Bagi Bupati, saat ini, tugas mensejahterakan rakyat adalah tugas mulia. Tugas pengabdian pada kemanusiaan. Sukses mewujudkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan adalah tugas sejarah. Olehnya menurut Bupati “Kita sedang mencipta sejarah, jadi ukirlah sejarah kalian baik pimpinan OPD maupun para camat, kita ingin sejarah kita diceritakan oleh generasi setelah kita bertahun-tahun mendatang” lanjut Bupati Buol.

Tak lupa untuk memastikan kinerja pemerintahan lebih baik lagi, dimana setiap orang bekerja berdasarkan kapasitas, kapabilitas, serta kecerdasan yang mumpuni. Olehnya dalam menempati jabatan harus berdasarkan seleksi yang profesional dan kredibel. Tak lupa Bupati Buol mengutip kalimat dari Tokoh Reformasi Ekonomi Tiongkok Deng Xiaoping.

“Tidak peduli kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus” ujar Bupati mengutip perkataan Deng.

“Jika masa depan umat manusia ditentukan oleh ketiadaan anda, hanya karena anda sibuk dengan kepentingan pribadi anda, maka anda tidak akan terbebas dari konsekuensinya” Yuval Noah Harari.