Home » Berita » Raker BKSU: Mewujudkan Kawasan Ekonomi Terpadu Menuju Gerbang Ekonomi Indonesia Timur

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Raker BKSU: Mewujudkan Kawasan Ekonomi Terpadu Menuju Gerbang Ekonomi Indonesia Timur

Kabupaten Buol menjadi tuan rumah pelaksaan Rapat Kerja Badan Kerja Sama Utara-Utara sector Pertanian dan Peternakan. Bupati Buol selaku kepala daerah, menyampaikan sambutan seputar perkembangan, capaian, dan kemana arah kerja sama ini.  Bertempat di Kantor Bupati, Selasa, 2 Maret 2021. Bupati menyampaikan pentingnya badan kerja sama ini. Terkhusus di Bidang ekonomi, Bupati mengharapkan kerja sama utara-utara dapat menjadi satu kerja sama yang berwujud suatu kawan ekonomi terpadu yang dapat menjadi suatu kekuatan ekonomi baru khususnya di Indonesia Timur. Membangun Kawasan Ekonomi Terpadu Bupati Buol dalam sambutanya menyampaikan, kerja sama Utara-utara sudah berjalan kurang lebih Tujuh tahun. Tentu, harapanya, kerja sama yang sudah lama terbangun ini, harus lebih maju dan memiliki implikasi pada pembangunan ekonomi di daerah anggota kerja sama Utara-utara. “kerja sama Utara-utara ini, harus memiliki bentuk dan arah tujuan serta implikasi yang jelas. Focus utama dari kerja sama ini adalah bagaimana mengembangkan dan membangun perekonomian bersama terpadu, dan sinergis. Dalam benak saya. Kerja sama ini akan membangun satun kawasan ekonomi terpadu bagi daerah-daerah anggota” ujar Bupati.

Menurut Bupati, dengan membangun satu kawasan ekonomi terpadu, maka kerja sama ini dapat menjadi kekuatan ekonomi baru, khususnya di Indonesia Timur. Ada kerja sama, saling support, dan simbiosis mutualisme yang terjalin. 

“Jika kerja sama ini berimplikasi pada kemajuan, ketahanan dan kedaulatan ekonomi, bukan hal mustahil kita akan menjadi satu kekuatan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia” tutur Bupati Buol optimis.

Kedaualatan Pangan Kunci  Salah satu keunggulan dari Kabupaten-kabupaten yang tergabung dalam kerjasama utara-utara ini terletak di dua sector ekonomi utama, yakni Pertanian dan Peternakan. Olehnya sector ini mesti dikembangkan dan di majukan agar memberi implikasi ekonomis bagi kawasan utara-utara ini.  “Jika kita dapat memaksimalkan produksi pangan kita, selain kita dapat memenuhi konsumsi dalam daerah, kita juga dapat memanfaatkan kelebihan hasil pangan (surplus) menjadi pendapatan ekonomi daerah. Olehnya, produksi dan produktiftas hasil pangan kita harus kita tingkatkan sampai kita bisa swasembada” ujar Bupati. Kemandirian dan ketahanan pangan akan menjadi salah satu asset bagi daerah yang tergabung dalam kerjasama utara-utara terlebih dengan proyeksi Ibukota baru di Kalimantan Utara. Daerah-daerah utara-utara memiliki keunggulan selain sumber daya alam, juga keuntungan geografis berupa jarak tempuh yang dekat dengan ibukota Negara baru.  Saat ini, Kab. Buol dalam beberapa tahun terakhir mulai mewujudkan target kemandirian dan ketahanan pangan tersebut. Dengan terus menggenjot produksi beras dan jagung, serta peningkatan drastis populasi sapi.  Buol Sedang Memulai Untuk menjadi salah satu daerah yang dapat memanen buah dari kebijakan pemindahan ibukota tentu bukan perkara mudah. Sebab, di butuhkan suatu perencanaan dan strategi kebijakan yang tepat, terukur dan terencana. Kab. Buol telah meletakan dasar pembangunan ekonomi khususnya pangan, di gambarkan dalam RPJMD yakni: Tahun 2022 Produksi Beras 50 ribu Ton, Produksi Jagung 100 ribu ton (telah di capai tahun 2021), populasi sapi 50 ribu ekor, dan juga pengembangan budidaya tambak udang. 

Keempat program kemandirian dan ketahanan pangan ini di sebut sebagai empat pilar kesejahteraan dan telah di tetapkan sebagai Program Strategis Daerah. 

Data Tahun 2020, Produksi beras Kabupaten Buol mencapai angka 35.433 Ton, Jagung 117.323 Ton. Sedangkan populasi sapi untuk Tahun 2020 sudah berjumlah 35 ribu ekor. Selain itu, mulai tahun kemarin pengembangan kawasan budidaya udang vaname sudah di mulai. Dimana hampir semua desa sedang membuka tambak budidaya udang vaname.

Gambaran data ini menunjukan Buol sedang memulai tahapan menuju daerah penyanggah pangan wilayah tetangga dan juga Ibukota. Hal yang mesti di kembangkan oleh para Kabupaten anggota kelompok kerja sama Utara-utara.

Namun tak mesti mengembangkan komoditas yang sama, dapat juga mengembangkan komoditas yang lain yang di sesuaikan dengan potensi dan keunggulan komparatif masing-masing daerah. Jika hal ini dapat dilakukan, maka akan menjadi daerah yang saling mensuport secara ekonomi serta menjadi satu kekuatan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.