Home » Berita » Raker Bersama Jajaran Inspektorat, Bupati Buol Tegaskan: APIP Punya Peran Strategis Dalam Mengontrol Arah Kebijakan

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Raker Bersama Jajaran Inspektorat, Bupati Buol Tegaskan: APIP Punya Peran Strategis Dalam Mengontrol Arah Kebijakan

Bupati Buol melangsungkan Rapat Kerja (Raker) bersama jajaran Inspektorat Kab. Buol. Bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Bupati, Sabtu 29 Mei 2021.

Peran Strategis APIP

Bupati Buol menegaskan pentingya Peran dan Fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sangat strategis bagi pengelolaan keuangan pemerintah daerah. APIP harus secara aktif melaksanakan fungsinya, termasuk mengontrol indicator-indikator yang  berkaitan dengan kinerja, termasuk bagaimana menyusun sistem akuntansi pemerintah. 

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2017 di jelaskan bahwa” Kepala Daerah dalam menjalankan pemerintahan di bantu oleh inspektorat. 

“ yang di sebutkan adalah inspektorat, bukan OPD lain, artinya Kinerja OPD jika di awasi oleh inspektorat, baik memberikan pendampingan, menentukan target capaian, akan menjadi peta jalan setiap OPD menelurkan progeam dan kebijakan koridor substansi sesuai RPJMD dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku” ujar Bupati. 

“APIP wajib mendampingi indikator kinerja setiap OPD dan menilai serta mengoreksi kebijakan anggaran OPD agar setiap program dan kebijakan linear dengan tujuan yg hendak di capai” Tutur Bupati.  Hal lainya adalah APIP harus  mampu menjabarkan secara jelas dan komprehensif apa yang menjadi target dari setiap program pemerintah daerah kepada OPD. Mendeksripsikan, membreak-down, membimbing program OPD berjalan pada rel yang semestinya dengan tetap efisien dan efektif dalam hal penggunaan anggaran. 

“Kecenderungan saat ini, OPD belum seutuhnya mampu menerjemahkan arah program dan capain kinerja, ukuran indikator kinerja kabur. Saya inginkan APIP Betindak lebih mengarahkan rel program setiap OPD linear dengan arah program daerah dan target jangka menengah daerah” ujarnya. 

Dalam aspek ketahanan pangan misalnya, bagaimana OPD kita meningkatkan produksi agar melebihi konsumsi. Baik dengan pendekatan intensifikasi produksi (produktifitas) atau ekstensifikasi (perluasan). Inspektorat akan menuntun menyusuri peta jalan tujuan ini. 

Peran Efektifitas dan Efisiensi

Bupati menyederhanakan dalam sebuah perumpamaan untuk berjalan menuju tujuan ke Palu. Dengan agenda tertentu, harus sudah di hitung berapa biaya transportasi BBM, lama perjalanan dan biaya lainya serta berapa lama agenda selesai. 

“Dalam Perjalanan menuju tujuan Palu, tentu kita sudah menentukan kebutuhan BBM PP sesuai jarak, lama waktu mengurus agenda, dan biaya-biaya lainya selama pengurusan. Tentu jika angka item anggaran ini tidak sesuai, tugas inspektorat mengefisienkan dan mengefektifkan” ucap Bupati.

“kita tidak memungkiri, Jika ada OPD cenderung melebihkan (surplus) penggunaan anggaran, tugas APIP mengefisiensikan dan mengefektifkan agar alokasi anggaran rasional dan proporsional sesuai aturan yang berlaku” 

 

Penguasaan Data dan Kohesivitas OPD

Di penjelasan yang lain, Bupati menekankan pentingya APIP memiliki penguasaan data utamanya berkaitan dengan tujuan dan target pemerintah daerah.  

“Tanpa data, sulit menarik kesimpulan. Data adalah kunci, sehingga APIP harus memiliki kemampuan menguasai data multi sektoral, baik data pertanian, perikanan, perkebunan, maupun terkait penanganan Covid-19. Di mulai dari perencanaan, sampai pelaksanaan, alokasi anggaran.Semisal Data produksi, luasan lahan, kondisi lahan, pemetaan wilayah”lanjutnya. 

“APIP adalah perpanjangan tangan Bupati. mata dan telinganya Bupati baik dalam audit dan evaluasi, juga pemantauan serta bimbingan tekhnis setiap OPD” ujarnya.

Oleh karena itu di mulai dari alur perencanaan, pelaksaan, pembahasa APBD, evaluasi, peran penting APIP sangatlah Urgen. Tujuanya agar pengelolaan anggaran di setiap OPD memenuhi aspek efektifitas, transparan serta akuntabel.

Terakhir, Bupati Buol menyoroti fakta bahwa kadangkala di internal OPD tidak ada kesamaan persepsi, fungsi Kohesivitas menjadi mandeg. Hal ini jelas sangat berpengaruh terhadap kinerja dan capaian target setiap OPD.

“Kadangkala antara Kadis, Bidang dan Seksi tidak saling ketemu dan bahkan berbeda pendapat. Kohesivitas dan soliditas internal OPD justru menjadi antagonis. Jelas ini menjadi masalah yang harus kita benahi demi mencapai target penyelenggaraan pemerintah daerah” tutup Bupati Buol.