Home » Berita » Kembangkan Udang Vaname Pola Padat Karya, Bupati Buol Desak Dinas Bertindak Cepat

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Kembangkan Udang Vaname Pola Padat Karya, Bupati Buol Desak Dinas Bertindak Cepat

Bupati Buol menghadirkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Sekretaris serta bidang Tehnis Perikanan dan Kelautan, bertempat di Ruang Kerja Bupati Buol, Kamis, 22 April 2021.  

Pertemuan ini merupakan agenda Rapat Koordinasi untuk membahas  hal-hal penting dan mendesak di Sektor Perikanan dan Kelautan. 

Prospek Sektor Perikanan

Bupati Buol dalam kesempatannya menyampaikan bahwa salah satu sektor unggulan dan memiliki peluang ekonomi yang baik kedepan adalah sektor perikanan dan kelautan. 

“Sektor ini sangat menjanjikan dari sisi pendapatan rumah tangga dan perputaran roda ekonomi daerah” ujar Bupati Buol. 

Hal ini juga tak terlepas dari kondisi geografis serta tanah Kab. Buol yang sangat cocok dengan kebutuhan usaha perikanan dan kelautan.

“Untuk Sektor ini, yang paling penting di kembangkan dan di masifkan adalah budidaya tambak Udang dan Ikan” lanjut Bupati. 

Morombue dan Laboratorium Inovasi Tekhnologi

Dengan kondisi alam yang sangat mendukung, serta sumber daya manusia yang melimpah, penting untuk segera mewujudkan target2 jangka pandek di sektor ini. 

Target-target jangka pendek ini berupa meningkatkan produktifitas panen tambak percontohan, revitalisasi tambak masyarakat, dan mencetak tenaga ahli pembibitan di pusat inovasi Tekhnologi Perikanan Dusun Morombue, harus segera dan cepat di realisasikan. 

“Morombue harus jadi Laboratorium Inovasi Tekhnologi  budidaya tambak dari situ kita akan lahirkan tenaga ahli  dan tenaga tekhnis, baik dalam pengelolaan maupun dalam proses menciptakan larva menjadi bibit” ujar Bupati. 

Menurut Bupati jika kita mampu mewujudkan target jangka pendek ini, maka akan menjadi salah satu perhatian pusat, bahwa Kab. Buol tidak saja menerima bantuan pusat, namun memajukan dan mengembangkanya. 

Dinas Harus Bertindak Cepat Berbasis Padat Karya

Karena prospek ekonominya yang cukup baik, mengembangkan budidaya tambak adalah juga mengembangkan ekonomi daerah dan otomatis meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

“Jika kita bertindak cepat, output ekonomi yang kita harapkan dapat segera terwujud. Pendapatan rumah tangga meningkat, sirkulasi uang lancar, roda ekonomi daerah akan optimal” tutur Bupati Optimis. 

Untuk dapat mengembangkan maksimal program ini, maka pengelolaan berbasis padat karya harus upayakan.

“Tidak saja Pertanian, Perikanan dan Kelautan, harus kita upayakan padat karya. Artinya dengan anggaran yang terbatas, namun banyak hasil dan inovasi bisa kita capai” lanjut Bupati lagi. 

Untuk itu, Program Revitalisasi tambak masyarakat yang telah di gagas oleh Pemda agar segera di jalankan sesuai proposal yang masuk dan kemampuan budget kita. 

“Saat ini telah di mulai dari Lakuan, saya harap bisa di percepat, agar bisa lanjut ke desa-desa lain. Kita ingin memasyarakatkan tambak, untuk secepatnya memanen efek menetes dari budidaya tambak udang ini” pungkasnya. 

Panen Total Tambak Aquakultur

Dalam kesempatan ini Kadis Perikanan dan Kelautan menginformasikan bahwa Tambak Aquakultur Kamp. Bugis akan segera melakukan Panen Total yang di rencanakan selama 2 hari Tanggal 27-28 April. 

Tak Lupa, Kadis menyampaikan terkait kelompok, perlu di evaluasi kembali demi menjaga target dan capaian tambak tersebut.

“Harus ada soliditas tim, anggota kelompok harus yang benar-benar serius bekerja dan menyerap ilmu dari pengalamanya. Ini juga untuk menciptakan SDM ahli Bidang Pertambakan”Sambung Bupati. 

Untuk kedepan, dalam pembiayaan, dan agar tetap menjamin tambak contoh ini berumur panjang, dapat di mitrakan dengan investor untuk biaya produksinya.

“Investor memiliki pengalaman, juga tau cara meningkatkan produktifitas tambak. Selain itu, kita tidak perlu ragu lagi terkait biaya, olehnya saya setuju di tawarkan saja pada investor”

“Asal tetap dalam skema kemitraan, hanya suport modal dan pengetahuan, tekhnologi. serta pengalaman yang perlu di lakukan investor, yang lainya menjadi otoritas kelompok. Pola nya adalah Interdepedence Partnership” Tutup Bupati.