Home » Berita » Bupati Buol menjadi Narasumber dalam Webinar Forum alumni Fakultas Pertanian, UNTAD

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Bupati Buol menjadi Narasumber dalam Webinar Forum alumni Fakultas Pertanian, UNTAD

Rabu, 06 Januari 2021 Pukul 20.30 Wita
Bupati Buol H. Amirudin Rauf menjadi narasumber pada kegiatan Webinar Forum Alumni Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dengan tema “Mengembalikan Kejayaan Tanaman Kelapa (Cocos Nucifera) Sulawesi Tengah untuk Pembangunan Pertanian Berkelanjutan” bertempat di Aula Bappenda Kabupaten Buol.
Selain Bupati Buol, turut menjadi narasumber yaitu Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Dr. Ir. Muh. Sangadji, DEA Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Muh. Nasir Dg. Marumu, S.Pt., M.Si Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tolitoli, Dr. Amalia Novyanty, SP, MP Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, dan Amrizal, SP., M.Si Praktisi Pertanian Organik Budayawan Sulawesi Tengah.
Tanaman Kelapa merupakan tanaman asli Indonesia dan telah tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. “Kita sekarang ini bisa menjadi seperti ini karena pohon kelapa. Dulu, hanya orang-orang yang memiliki pohon kelapa yang bisa bersekolah. Kita bisa sekolah kalau bukan karena cengkeh yah karena kopra”, ujar Rudi Rauf.
Bupati Buol juga menyampaikan bahwa beberapa Asrama Mahasiswa Buol seperti di Makassar, Palu dan Manado di bangun dari hasil iuran penjualan kopra sehingga bagaimana Kelapa ini menghasilkan dan berperan sangat penting dalam sendi perekonomian.
Permasalahan Kelapa Nasional di antaranya yakni Budidaya, Peremajaan serta Bibit Unggul. “Terus terang saat tidak banyak pengusaha yang melirik membudidayakan kelapa, para pengusaha lebih melirik sawit dari pada kelapa. Sekitar 10 tahun lalu kita mampu menghasilkan hampir 50.000 ton / tahun akan tetapi saat ini tidak mampu sebanyak itu lagi. Selain itu, kelapa yang ada di Negara kita masih kalah unggul jika di bandingkan dengan kelapa di Negara Thailand. Saya ingat beberapa tahun lalu saya ke Thailand dan membeli kelapa yang diletakan di plastik. Mereka disana lebih memilih membeli kelapa itu dari pada air mineral”, ujar Bupati Buol.
Selain itu beberapa hal yang menyebabkan menurunnya ekspor kita ke luar karena adanya black campaign. Ada satu negara yang menyampaikan bahwa penyebab penyakit jantung adalah Minyak Kelapa. “Padahal berdasarkan penelitian empirik membuktikan bahwa beberapa kandungan di kelapa memiliki manfaat yang sangat besar”, tutur Rudi Rauf.
Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa Kelapa memiliki banyak manfaat pada tiap bagiannya. “Mulai dari akar hingga daunnya , Kelapa memiliki banyak manfaat. Tidak ada satupun mudarat dari Kelapa ini”, jelas Bupati 2 Periode ini.
Kemudian, Rudi Rauf menyampaikan bahwa mengembalikan kejayaan kelapa perlu peran besar pemerintah daerah. “Di tangan pemerintah daerah perubahan peruntukan lahan terjadi. Pemerintah daerah adalah garda terdepan penjaga lahan”, ucap Beliau.
Untuk Kabupaten Buol sendiri ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah dalam mendorong perkebunan kelapa dan sawit yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial dan ekologis, yakni:
1. Mempertahankan, merevitalisasi dan memperkuat kelapa rakyat yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
2. Memperbaiki penamaan sawit dengan menghilangkan kata “kelapa” di depanmu yang selama ini banyak digunakan. Hal ini dilakukan agar tidak ada salah tanggap atau misleading yang merugikan kelapa rakyat.
3. Menyelesaikan konflik lahan petani kelapa yang terdegredasi oleh perusahaan sawit akibat sistem pemberian periksa yang tidak dilakukan dengan hati-hati.
4. Mendorong pembangunan perkebunan dalam hal ini kelapa dan sawit yang berkelanjutan dengan prinsip berkelanjutan yaitu menguntungkan masyarakat secara ekonomi, ramah terhadap lingkungan.
5. Mendorong program tumpang sari pada tanaman kelapa dengan tanaman lain seperti tanaman pangan padi, jagung atau kedelai serta tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi.
6. Political will harus di bangun bersama antara pusat dan daerah agar lebih berpihak pada perkebunan rakyat untuk sawit dan terutama kelapa yang terabaikan.
Dalam akhir acara Bupati Buol memberikan Closing Statement, bahwa bagaimana acara semacam ini sudah sangat bagus dan harus terus dikembangkan oleh para alumni agar supaya kita bisa membangun sebuah pencerahan, yang mana kita bisa melakukan pendekatan – pendekatan terhadap permasalahan terutama menyangkut persoalan rakyat sampai ke tingkat yang lebih akurat pada tingkat akar. Sehingga semua orang bisa tau dan bisa mengetahui bahwa ada persoalan masyarakat ditengah tengah kita yang sangat membutuhkan peran kita semua untuk mengatasinya.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Buol.