Home » Berita » Buol Fokus Investasi Berkeadilan Berbasis Pangan, Peternakan dan Budidaya Tambak

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Buol Fokus Investasi Berkeadilan Berbasis Pangan, Peternakan dan Budidaya Tambak

Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penanaman Modal se-Sulawesi Tengah, sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan, Bupati Buol berkempatan menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada peserta yang berasal dari Provinsi, dan Kabupaten-kabupaten di Sulteng.

Rakor ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi, serta perwakilan tiga belas Kabupaten/Kota di Sulteng. Kegiatan dibuka dengan penampilan tari-tarian adat Buol oleh anak-anak seni tari di kabupaten Buol, bertempat di Hotel Surya Wisata, Tanggal 18 Maret 2021.

Bukan Industri Ekstraktif

Dalam sambutanya, Bupati Buol menyampaikan bahwa karakteristik investasi dan industri di Kabupaten Buol tidak sama dengan apa yang ada di Kab. Morowali, Morut, dan Poso. Jika di Morowali dan Morut bergerak pada industri ekstraktif yakni pertambangan, di Poso terdapat Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana, di Buol justru mengambil pilihan investasi anti mainstream.

“Buol berbeda dengan daerah industri tambang dan PLTA, kami memilih jalur yang tidak umum dilakukan, industri dan investasi di Buol lebih mengarahkan pada sektor pangan, peternakan, dan budidaya tambak” Tutur Bupati.

Olehnya, jika ukuran penanaman modal dari sisi ekstraktivisme, memang Buol tidak memilikinya. Namun jika terkait sektor pangan, Buol telah meletakan pijakan dasarnya sejak beberapa tahun kemarin. Bagi Bupati Buol, investasi sektor non mainstream ini bertujuan mengejar tidak saja pertumbuhan, tetapi juga pemerataan.

Tidak Saja Pertumbuhan, yang utama adalah pemerataan.

Menurut Bupati, industri ekstraktivisme hanya mengejar pertumbuhan semata, tapi melupakan pemerataan. Padahal tujuan industrialisasi adalah mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“olehnya, di Kabupaten Buol kami lebih memilih fokus pada investasi di sektor pangan, peternakan, dan budidaya tambak. Hal ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan. Sehingga, ketimpangan pendapatan dapat di kurangi. Program afirmatif pemda di Buol hendak mendorong pemerataan kesejahteraan” tutur Bupati Buol.

Program-program seperti Gertak Boss, P3K, One Man One Cow, dan Budidaya tambak yang rencananya akan di kerjakan tahun ini, dimana SID akan memanfaatkan lahan seluas 2 ribu hektar. Semua program ini, lebih menekankan pada afirmasi dan akses ekonomi rakyat pada sektor produksi.

“Produksi Jagung sudah mencapai 117.000 Ton Tahun 2020, Beras 35.000 Ton, Sapi Tahun 2020 sudah mencapai 35.433 ekor, dan Rencana proyeksi tambak 2000 hektar, yang akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 4-5 ribu tenaga kerja” tutup Bupati Buol.