Home » Berita » BKSU : Klasterisasi dan Fungsionalisasi Terintegrasi Menuju Kekuatan Ekonomi Baru di Indonesia Timur

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

BKSU : Klasterisasi dan Fungsionalisasi Terintegrasi Menuju Kekuatan Ekonomi Baru di Indonesia Timur

BKSU :Klasterisasi dan Fungsionalisasi Terintegrasi Menuju Kekuatan Ekonomi Baru di Indonesia Timur

Heboh soal Kerja Sama Utara-Utara yang di inisiasi oleh empat Kabupaten di Utara Sulawesi, mengundang banyak decak kagum dari berbagai kalangan. Bukan hal mudah membangun satu kekuatan ekonomi dari beberapa Kabupaten berbeda Provinsi. Apalagi jika semangatnya adalah membangun kawasan ekonomi bersama yang saling terintegrasi dan padu. Tak terkecuali dunia pemberitaan, Rapat Kerja Badan Kerjasama Utara-Utara (BKSU) menarik perhatian Radio Republik Indonesia (RRI) Toli-toli untuk datang langsung melakukan liputan khusus seputar BKSU ini. Bertempat ruang kerja Bupati Buol, Rabu 3 Maret 2021. Sebagai tuan rumah Rapat Kerja kemarin, Bupati Buol menjadi salah satu narasumber dialog RRI ini.

Klaster Ekonomi Terintegrasi

Dalam wawancara yang berlangsung kurang lebih empat puluh lima menit, Bupati Buol menyampaikan bahwa Badan kerja sama ini, di inisiasi kurang lebih 2 Tahun lalu, oleh Empat Kabupatan yakni Buol (Sulteng), Bolamongondow Utara (Sulut) dan Gorontalo Utara-Bone Bolango mewakili Provinsi Gorontalo. 

“Inisiasi ini di mulai di Universitas Negeri Gorontalo, sebagai sebuah upaya membangun kerja sama ekonomi yang kolaboratif dan terintegrasi. Selain itu, bagaimana setiap anggota kerja sama ini memiliki visi yang sama tentang pembangunan kekuatan ekonomi di kawasan Utara Pulau Sulawesi” Ujar Bupati Buol. Tujuan badan kerjasama ini adalah membangun Klaster atau Gabungan wilayah ekonomi. Bercermin seperti Jawa yang maju dan berkembang dengan kerja sama ekonomi yang terintegratif seperti ini. Klaster ekonomi di harapkan dapat menjadi satu kekuatan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. 

“Kerja sama ini bukan hendak menyeragamkan komoditas, atau saling menegasikan kedaulatan ekonomi masing-masing anggota. Justru relasi yang dibangun adalah kolaborasi integratif, dimana simbiosis mutualisme antara sesama anggota terbangun dengan koordinasi yang terarah dan terorganisir dengan baik” ujar Bupati lagi.

Badan kerjasama ini sedikit mencontoh beberapa kerja sama ekonomi Negara-negara di dunia seperti Asean (Kerja Sama Negara Asia Tenggara), NAFTA atau kerja sama perdagangan Negara Amerika Utara, European Union (EU), APEC atau Asia Pasific Ekonomic Cooperation, dan terakhir kerja sama BRIC (Brazil, Rusia, India, dan Cina).


Fungsionalisasi Wilayah Berdasar Keunggulan Komparatif

Menurut Bupati Buol, ada semacam usaha untuk memaksimalkan keunggulan komparatif (Comparative Advantage) masing-masing daerah, dan kemudian saling melakukan transaksi dagang baik untuk sesama anggota BKSU, maupun dapat di pasarkan ke luar wilayah BKSU, apalagi dengan wacana perpindahan Ibukota Negara. 

“Dapat di simulasikan seperti ini, semisal Buol fokus produksi pangan seperti beras, Jagung, dan Sapi, tetapi untuk industri pengolahan hilirnya ada di Gorut misalnya karena memiliki pelabuhan Anggrek, Kab. Bolmut focus mengembangkan kawasan pariwisata, atau dapat terjadi saling tukar hasil pangan, jika di Buol surplus beras dan daging, maka perluasan pasar dapat ke Kabupaten Anggota BKSU” ujar Bupati mantan dokter ini. 

“akan terjadi sharing tekhnologi, sharing produksi dan pasar. Praktek ini sama dengan menerapkan fungsionalisasi wilayah. Jadi siapa atau daerah mana melaksanakan apa? Yang terpenting setiap anggota BKSU tahu bidang ekonomi mana yang harus di kembangkan dan dimaksimalkan sesuai keunggulan komparatif masing-masing (comparative advantage)” Lanjut Bupati lagi. 

Cita-cita menjadi produsen sekaligus eksportir merupakan agenda bersama. tetapi tidak mengesampingkan tiga aspek penting, yakni kuantitas, kualitas, dan koneketivitas ekonomi daerah anggota BKSU. Akan terjadi penciptaan pasar bersama, atau akan ada klasifikasi daerah depan dan daerah belakang sesuai fungsionalisasi wilayah.

Menurut Bupati, tidak ada yang tidak mungkin, sebab Kabupaten yang tergabung dalam BKSU ini memiliki segala prasyarat untuk membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Dua factor utama di miliki oleh daerah BKSU yakni sisi Sumber Daya Manusia (SDM), dan keuntungan dari (sumber daya alam) yang memang sangat kaya dan beragam-tinggaal bagaimana memaksimalkanya. 

Harapanya Badan Kerjasama ini, selain dapat membangun kemandirian dan kedaulatan juga dapat menarik perhatian pusat untuk lebih membantu mengembangkan ekonomi kawasan timur Indonesia, khususnya diwilayah Utara Sulawesi. 

Dengan majunya kerjasama ini, perlahan mulai menarik minat beberapa Kabupaten sekitar untuk bergabung. Ada Kabupaten Minahasa Utara, dan khususnya Bupati Buol akan mencoba mengajak Kabupaten Toli-toli untuk bergabung. Hal yang membanggakan ada wacana Kabupaten Panajam Utara salah satu wilayah yang diproyeksikan menjadi wilayah Ibukota Baru juga ingin bergabung di Badan Kerjasama Utara-Utara ini. 

Dialog Interaktif ini, juga menghadirkan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai salah satu narasumber dan sekaligus inisiator terbentuknya Badan Kerjasama ini, selain Bupati Buol.