Home » Berita » Bentuk Dewan CSR, Bupati Buol: CSR Harus Linear dengan Program Strategis Daerah Untuk Gerakan Perekonomian Rakyat

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Bentuk Dewan CSR, Bupati Buol: CSR Harus Linear dengan Program Strategis Daerah Untuk Gerakan Perekonomian Rakyat

Bupati Buol bersama jajaranya melakukan rapat kerja bersama Perbankan se-Kabupaten Buol dan PT. HIP dalam rangka membahas agenda terkait Pemulihan Ekonomi Masyarakat di masa Pandemi Covid-19 terkait tanggung jawab social perusahaan atau di sebut Dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Penyaluran Dana Kredit Usaha Rakyat. Bertempat di Aula Kantor Bupati, Senin 22 Maret 2021. 

Dampak Pandemi dan Pangan Sebagai Tulang Punggung

Menurut Bupati Buol, perekonomian saat pandemic memang tidak seperti apa yang kita harapkan. Roda perekonomian, neraca dagang, harga komoditi, dan omset pelaku usaha rata-rata mengalami penurunan. 

“Kita tahu bersama ekonomi saat pandemic mengalami stagnasi dan lesu. Omset usaha dan perdagangan juga menurun. Tetapi, kita tidak boleh menyerah, kita harus memanfaatkan sector lain, memaksimalkan potensi yang ada, untuk bangkit dan memperbaiki neraca perdagangan kita. Intinya kita berusaha agar roda ekonomi terus berputar” ujar Bupati dalam kalimat pembukanya. 

Sekalipun ekonomi secara umum mengalami stagnasi, namun, untuk Kabupaten Buol, salah satu sektor yang tetap berdiri kokoh adalah sektor pangan. Dalam hal ini, baik Pertanian, beras dam jagung, Peternakan, dan Budidaya Tambak tetap tumbuh positif selama pandemic.

“Daerah kita memiliki sektor yang menjadi tulang punggung dan menjadi pertahanan kita sekalipun  di dera pandemi. Produksi Jagung dan Beras kita meningkat di banding tahun sebelumnya, populasi sapi juga terus bertambah, dan yang terakhir  aktifitas budidaya tambak udang vaname saat ini menggeliat bak jamur di musim hujan” Lanjut Bupati Buol. 

Maksimalisasi CSR dan KUR Untuk Genjot Aktifitas Ekonomi

Setiap usaha dalam skala besar, utamanya Perbankan dan perkebunan sawit, wajib mengalokasikan dana CSR sebesar 2-3 % dari laba. Hal ini di atur dalam UU Nomor 40 Tahun 2007, dan Peraturan pemerintah (PP) 47 Tahun 2021 Tentang CSR. 

“Setiap Perusahaan yang beroperasi di suatu daerah wajib untuk merealisasikan dana CSR, sebagai tanggung jawab sosialnya, telah beroperasi dan mendapat profit di suatu daerah. Substansinya adalah ada efek domino (multiplayer effect) pada ekonomi daerah dan rakyat” ujar Bupati menyederhanakan aturan terkait CSR.

Harapanya CRS dapat menstimulus aktifitas ekonomi rakyat, khususnya pada program prioritas daerah. Oleh sebab itu, sangat penting koordinasi dan sinergitas dalam menyelaraskan penyaluran dana CSR dengan program dan kebijakan pemerintah daerah melalui OPD tekhnis terkait.

Selain dana CSR, sumber pendanaan lain, yang juga dapat di maksimalkan untuk menggenjot aktifitas ekonomi adalah Kredit Usaha Rakyat. Dengan KUR, hambatan aktifitas ekonomi rakyat khususnya di sektor pertanian, peternakan, budidaya tambak dan UMKM dapat di antisipasi. Sebab, problem utama yang menghambat aktifitas ekonomi rakyat terletak pada modal.

“Pemda berharap, proses dana KUR agar di sosialisasi secara massif, dan maksimalisasi oleh Perbankan. Olehnya, saya berharap Perbankan dapat bersinergi dengan OPD terkait, baik untuk kebutuhan data, sasaran penerima, dan manfaat dari penyaluran dana KUR tersebut” tutur Bupati lagi. 

Money Suplay dan Perubahan Paradigma 

Untuk tetap tangguh di tengah pandemi, hal yang sangat penting adalah merubah paradigma lama. Maendseat berpikir, tindakan, dan kebijakan harus kontekstual dengan kondisi hari pandemic hari ini. Utamanya sektor perbankan, harus menerapkan  kebijakan khusus di tengah pandemic.

“Paradigma sebelum pandemi harus kita rubah. Saat ini, upaya untuk mamacu aktifitas ekonomi rakyat harus segera di realisasikan. Sebab, jika tidak, perekonomian kita akan rapuh, dan perputaran uang di daerah akan lesu. Olehnya, mekanisme pencairan dan syarat-syarat pengajuan KUR harus di mudahkan, sejauh tetap sinergis dengan OPD terkait” pungkas Bupati Buol.

Tujuanya adalah agar tercipta syarat ekonomi dapat berputar yakni keterdiaan uang (money suplay). Sebab, tanpa ketersediaan uang, tidak aka nada aktifitas ekonomi. Terlebih, di tengah banyaknya efisiensi dari pemerintah pusat, serta penekanan bagi tiap daerah untuk melakukan Refocusing Anggaran.

“Olehnya saya berharap, agar Perbankan lainya dapat mengikuti langkah BPD Sulteng yang sudah dua tahun belakangan mengalokasikan dana CSR. Tahun kemarin sekitar 800 Juta di cairkan pada kelompok usaha ternak ayam petelur, Tahun ini sekitar 1 Miliar akan di alokasikan kembali dalam sektor usaha tersebut”

“Untuk PT. HIP setiap tahunya sudah mengalokasikan kurang lebih 2 Miliar, hanya saja pemda berharap, agar penyaluranya dapat linear dengan pemda agar dapat lebih di arahkan pada sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan aktifitas dan menggerakan roda perekonomian daerah. Olehnya dana CSR harus sejalan dengan program-program strategis daerah dan menumbuh kembangkan UMKM” lanjut Bupati.

Pembentukan Dewan CSR Kab. Buol

Olehnya, dikarenakan waktu yang terbatas, pembahasan terkait dana CSR akan di tindaklanjuti dalam suatu kelompok kerja yang di beri nama Dewan CSR Kab. Buol. Dewan ini di harapkan akan mendiskusikan terkait proses penyaluran CSR, membahas besaran dana CSR, dan bagaimana impelementasi agar program dana CSR dapat tepat sasaran, mensukseskan program strategis daerah, dan meningkatkan roda perekonomian di Kabupaten Buol.