Home » 2021 » Mei » 05

Daily Archives: 5 Mei 2021

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Ketua Satgas Perintahkan Isolasi Wilayah Desa Winangun

Rabu, 05 Mei 2021, Pukul 09.00 Wita
Wakil Bupati Buol H. Abdullah Batalipu, S.Sos, M.Si, Selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buol. Melaksanakan Kunjungan Lapangan ke Wilayah Terconfirmasi Positif Covid 19 bertempat di Desa Winangun Kecamatan Bukal
Hadir pada kunjungan lapangan tersebut yakni Kabag Prokopim, Perwakilan Dinas Kesehatan, Camat Bukal dan Unsur Forkopimcam, Kades Winangun dan jajaranya, Kepala Puskesmas Dan medis, Perwakilan Manajemen Perusahaan PT.HIP , kepala Poliknik PT. HIP.
Selanjutnya kunjungan lapangan dilaksanakan dalam rangka antisipasi penyebaran Virus Covid-19 di diakibatkan peningkatan kasus konfirmasi positif yang cukup signifikan khususnya di Wilayah Desa Winangun Kecamatan Bukal sesuai dengan Hasil Rilis terbaru dari Juru Bicara tim Gugus Tugas Covid-19 bahwa kecamatan Bukal mengalami peningkatan Yang cukup besar setelah sebelumnya Desa Modo 1, dan Modo 2 telah melaksanakan PPKM mikro dan berhasil menekan jumlah penyebarannya, saat ini Desa Winangun kembali mengalami peningkatan confirmasi positif. Maka dari itu dillaksanakannya kunjungan lapangan untuk memberikan edukasi kepada jajaran Satgas Kecamatan dan desa serta upaya yang dapat di lakukan oleh Pemerintah Desa dan Kecamatan, demi mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 yang banyak akibat transmisi lokal di Kecamatan Bukal khususnya saat ini berada di Desa Winangun Bukal
Berdasarkan hasil rilis Satgas Covid 19 yang merupakan hasil labkes makasar, dimana terdapat 25 ( Dua Puluh Lima ) orang yang terconfirmasi positif berada di Desa Winangun dengan rincina 8 Orang Warga Desa, 17 orang lainnya merupakan Karyawan Perusahaan PT. HIP.
Wakil Bupati Buol selaku Ketua Satgas Tim Covid-19 kabupaten Buol bersama Tim satgas menyampaikan keputusan akhir kepada Pemerintah Desa Winangun untuk segera memberlakukan sistem PPKM (Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di desa Winangun sebagai bentuk ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid 19.
” Mulai Pukul 17.00 Wita sampai dengan 14 hari ke depan lakukan karantina Wilayah jangan ada yang keluar masuk wllayah ini, laksanakan kegiatan isolasi mandiri yang betul sesuai tahapan dan akan di pantau oleh satgas Kecamatan dan Desa jika ada yang ingin masuk tidak penting balik kanan. Hari ini saya perintahkan Deaa Winangun Isolasi Wilayah “. Tegas Ketua Satgas.
Selanjutnya Desa Winangun juga merupakan Pusat aktifitas dan keberadaan Perusahaan kelapa sawit, PT. Hardaya Inti Plantation Kab. Buol, hasil konfirmasi positif juga beberapa orang merupakan karyawan / pekerja dari perusahaan.
Maka melalui pertemuan tersebut Wakil Bupati sangat mengharapkan jalinan kerjasama antara pihak perusahaan dan satgas kecamatan serta desa terkait penanganan covid 19 khususnya dalam penanganan isolasi mandiri serta konsukuensi yang akan ditimbulkan. Selain itu Ketua Satgas juga meminta Pihak Perusahanan agar dapat juga membentuk Satgas Perusahaan sendiri yang nantinya bisa bekerjasama dengan satgas pemerintah daerah dalam antisipasi bersama terkait penanganan Covid 19.
” Hari ini saya putuskan untuk lakukan karantina Wilayah Desa Winangun, maka saya minta Akses masuk perusahaan untuk dapat ditutup lakukan pengetatan selama 14 hari kedepan, sebagian yang terconfirmasi adalah para pekerja, olehnya saya minta agar mereka dapat dikarantina diberikan zin tidak bekerja. Sedapat mungkin siapkan rumah khusus karantina bagi para pekerja agar dapat dipisahkan dari keluarga lainnya termasuk bantuan sembako bagi mereka yang menjani isolasi mandiri. Saya harap ini menjadi perhatian kita semua terutama pihak perusahaan untuk menekan penyebaran covid 19 di kalangan pekerja, ingat jika hal buruk terjadi karena kelalaian terkait penanganan sampai menimbulkan korban jiwa akibat covid maka saya tidak segan segan akan menutup Perusahaan ” TegasNya.
Menutup arahanya Wakil Bupati Buol menekankan peran dan fungsi pelayanan Pemerintah dan Kesehatan kepada masyatakat di situasi Pendemi Covid 19. Maka arahan penegasan akhir ketua satgas diantaranya :
1. Kepala Puskesmas untuk Tenaga kesehatan terutama para bidan desa wajib tinggal di desa, lakukan koordinasi lintas sektor yang baik bersama satgas Kecamatan dan desa terutama pada pihak perusahaan. Focus penanganan isolasi mandiri pastikan benar warga melaksanakan isman sesuai tahapan yang ditentukan.
2. Kepala Desa yang telah melaksanakan refocusing sejumlah 8 % yang dititipkan pada belanja tak terduga. Untuk dilaksanakan dalam rangka penanganan covid 19, jika terjadi lagi hal yang perlu penambahan silahkan laksanakan lagi refocusing berikutnya dan pastikan refocusing dilakukan khusus prioritas untuk penangana covid. kesiapsiagaan kita sangat penting terkait hal ini, maka diharapkan pada seluruh Kepala Desa untuk dapat mengambil langkah langkah strategis salah satunya dengan menyiapkan rumah singgah sebagai tempat pelaksanaan karantina.
3. Camat dibantu Forkopimcam untuk terus melakukan evaluasi dan monitoring kegiatan, pastikan kasus peningkatan dapat ditekan dengan pelaksanaan PPKM Skala mikro dan pengetatan wilayah.
Kita berdayakan semua tenaga kesehatan untuk bertugas pada tempat yang disiapkan baik rumah karantina yang disiapkan atau pelaksanaan isolasi mandiri dirumah. Namun, pengawasan ketat harus dilakukan oleh tim yang tergabung dalam satgas kecamatan dan desa. Gunakan dana desa sebagai operasional melalui BTT dengan tentunya di dasari oleh SK Kades terkait Penangananan covid 19. pelakanaan tugas. Saya berahatap ini dilaksanakan dengan baik sudah ada pesan Pemerintah Pusat dalam hal ini Instruksi Presiden bahwa ” jika ada Pejabat baik Gubernur, Bupati, Camat sampai dengan kepala desa, tidak mengurus rakyat saat terdampak covid 19 maka silahkan letakkan jabatan ” Tutup Wakil Bupati.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Buol

Wakil Bupati Buol Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala 2021.

Rabu, 05 April 2021 Pukul 16.00 Wita
Bupati Buol diwakili oleh Wakil Bupati Buol, H.Abdullah Batalipu, S.Sos M.Si. bertindak sebagai Pimpinan Apel dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tinombala Tahun 2021 bertempat di Mako. Polres Buol. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Buol sebagai pelaksana kegiatan, Ketua DPRD Kab. Buol, Pabung 1305 BT, Wakil Ketua Pengadilan, Danposal, Kadis Perhubungan , Kasat Pol.PP, Ka.Bakesbangpol dan seluruh jajaran Unsur TNI/Polri dan Pemerintah Daerah.
Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat-2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personelmaupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.
Sambutan KAPOLRI Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang dibacakan oleh Wakil Bupati Buol mengamanatkan bahwa Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H. Meskipun begitu, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi “Salus Populi Suprema Lex Esto”.
Selanjutnya untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui:

1. Pengawasan protokol kesehatan;
2. Mengecek dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang, yaitu hasil negatif test Covid-19 paling lambat 1×24 jam, e-HAC, SIKM, dan sertifikat vaksinasi;
3. Melakukan rapid test antigen secara acak kepada penumpang;
4. Mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan
memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik, maupun denda administratif; serta
5. Melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat.
Berkaitan dengan hal tersebut, perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan di daerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan memedomani Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/949/V/Ops.2./2021 tentang Upaya Mencegah Terjadinya Peningkatan Penyebaran Covid -19 Menjelang, Pada Saat, dan Pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H, dengan langkah sebagai berikut:
➢ Mendirikan posko terpadu bersama dengan Satgas Covid-19 dan stakeholder terkait yang memiliki kelengkapan pemeriksaan Swab Antigen dan ruang isolasi sementara di sentra – sentra ekonomi;
➢ Lakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan pengelola gedung untuk membatasi jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas yang ada dan pastikan sistemnya, siapkan petugas untuk menghitung jumlah pengunjung yang masuk
➢ Lakukan patroli gabungan secara periodik untuk memastikan tidak terjadi kerumunan di sentra perekonomian dan keramaian, sekaligus lakukan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat;
➢ Untuk menghindari penumpukan pengunjung,berlakukan one gate system pada akses pintu masuk maupun keluar, lakukan koordinasi dengan pihak pengelola untuk mendirikan posko di pusat perekonomian dan keramaian;
➢ Berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untukmelaksanakan swab antigen secara acak dan melakukan pembagian masker;
➢ Melakukan upaya penegakan hukum protokol kesehatan dengan tim pemburu Covid-19;
➢ Melakukan upaya penertiban kerumunan dengan memberikan sanksi berupa teguran, lisan, fisik maupun denda administratif;
➢ Khusus kepada wilayah yang menerapkan PPKM Mikro, agar memperkuat peran dan fungsi Posko PPKM Mikro, seperti kewajiban untuk melapor bagi tamu, memastikan pelaksanaan isolasi mandiri bagi tamu, mengecek ketersediaan alat swab antigendan melaksanakan fungsi 3T.
➢ Pada wilayah zona merah dan orange, lakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk menutup tempat wisata dan tempat umum lainnya yang tidak esensial
➢ Berikan bantuan sosial sesuai dengan pemetaan sosio ekonomi masyarakat.
➢ Untuk daerah yang menjadi sasaran mudik agar meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal khususnya di wilayah Jabodetabek, Jawa, dan Bali
Wakil Bupati Buol mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel dan semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Operasi Ketupat-2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, semoga dapat bertugas dengan baik dibawah lindungan Allah SWT.
” Saat ini Kabupaten Buol menerapakan 3 Pos Penjagaan terkait larangan mudik diantaranya di Wilayah Kota , Perbatasan Kabupaten Buol dan Tolitoli, serta Perbatasan Kabupaten Buol dan Kabupaten Gotontalo Utara. Mari sama sama kita jaga amanah Pemerintah Pusat kepada kita semua sebagai penyelengara Pemerintah di daerah, Terima Kasih dan Selamat Bertugas semoga Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa senantiasa melindungi tugas dan pengabdian kalian menyuksuskan Operasi Ketupat Tinombala kali ini ” Tutupnya.
Acara dilanjutkan dengan Kegiatan Pemusnahan Barang Bukti kejahatan berupa Minuman Keras hasil tangkapan Polres Buol, Pemusnahan ini dilaksanakan oleh wakil Bupati dan seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Buol.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Buol

Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Evaluasi wilayah Pelaksanaan kegiatan Isolasi Mandiri

Selasa, 04 Mei 2021, Pukul 13.30 Wita

Wakil Bupati Buol H. Abdullah Batalipu S.Sos, M.Si selaku Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Buol, melaksanan Kunjungan Kerja dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Isolasi Mandiri Terhadap Penanganan kasus Konfirmasi Positif bertempat di Deaa Modo dan Desa Mooyong Kecamatan Bukal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda, Kepala Desa Modo, Kepala Desa Mooyong dan Jajaran Pemerintah Desa setempat.
Selanjutnya Dalam pertemuan tersebut, Wakil bupati Buol memberikan beberapa arahan dan evaluasi terkait kebijakan pemerintah desa dalam menangani situasi pandemi covid-19 yang dihadapi saat ini.
Pemerintah daerah mengharapkan kepala desa beserta aparat untuk tetap mengurus dan bertanggung jawab penuh dalam pengetatan dan isolasi mandiri masyarakat yang terkonfirmasi dan tidak menerima dulu warga dari desa dan kecamatan lain yang akan masuk ke desanya demi untuk memutus mata rantai penularan covid-19 di kabupaten Buol. Hal yang perlu diingat bahwa kasus terkonfirmasi Kabupaten Buol sangat dratis meningkat olehya sangat di harapkan peran serta pemerintah desa dan seluruh jajaran pem rintah desa untuk terus menerus melakukan edukasi dan langkah-langkah kongrit di lapangan.
“Sebisa mungkin untuk memastikan warga masyarakat yang terkonfirmasi tidak melakukan aktifitas yang berlebihan, berkerumunan dan berkumpul di tempat tempat yang tertutup. Pemerintah Desa tetap melaksanakan pengontoralan Setiap gerak gerik masyarakat yang keluar masuk, baik masyarakat yg ada di wilayah desa maupun masyarakat yang berasal dari luar desa tersebut ” Tegas Ketua satgas