Home » 2021 » April

Monthly Archives: April 2021

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Pimpin Rapat Penanganan Covid-19, Bupati Buol: Dinkes dan Puskesmas Harus Jadi Garda Terdepan

Bupati Buol melaksanakan rapat koordinasi terkait solusi penanganan kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Bahkan, data terakhir menunjukan Kabupaten Buol berada urut satu se-Sulteng.

Dalam rapat ini turut hadir, Sekretaris Daerah, Asisten I, Kadis Kesehatan bersama jajaranya, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda sekaligus Ketua TAPD, Direktur RS. Mokolyuri dan jajaranya, serta Sekretaris Satgas Covid-19 Kab. Buol, bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu, 28 April 2021. 

Antisipasi Peningkatan Kasus

Setelah beberapa lama tidak mengalami peningkatan kasus pasien terpapar, beberapa waktu belakangan ini kasus Covid-19 di Kab. Buol makin bertambah. Tak ayal, status zona merah bukan tidak mungkin di sematkan. 

Berdasarkan data yang di rilis oleh Satgas Covid-19, Total pasien positif saat ini berjumlah …..dimana Tiga wilayah penyumbang terbesar berasal dari Kecamatan Biau, Momunu, dan Bukal.

“Saya ingin menegaskan beberapa poin yang kita putuskan di rapat sebelumnya, olehnya saya selalu menanyakan  bagaimana tindak lanjuti dari rapat tesebut. Tindakan lanjut adalah apa yang kita sepakati. Itulah pentingnya notulensi rapat” ujar Bupati Buol.

“Kita perlu memahami trend peningkatan, kecenderungan penyebaran covid, kita lihat sekarang ini, ada peningkatan kasus terpapar, bahkan mungkin menduduki peringkat pertama. Sementara langkah yang kita lakukan, belum seperti seharusnya dalam penanganan Covid-19” Ujar Bupati lagi.  

Untuk di ketahui, peningkatan kasus terpapar Covid-19 di Kabupaten Buol di pelopori oleh tiga Kecamatan yakni Kecamatan Bukal 24 Kasus, Kecamatan Momunu 20 Kasus, dan Kecamatan Biau 84 Kasus yang sebagian besar adalah tenaga kesehatan. 

Rencana Aksi 

Dalam kesempatanya Bupati Buol menegaskan tentang peran dan tupoksi Kepala OPD dalam memahami serta menerapkan kerangka kerja yang solutif. Kerangka kerja yang solustif ini adalah dengan menyusun rencana aksi yang terukur (plan of action). 

“Kadis Kesehatan harus memiliki rencana-rencana aksi apa yang akan di lakukan dalam penanganan Covid-19, sebab, pola kasus di Kabupaten Buol ini agak unik. Setiap rencana kerja, harus berangkat dari akar masalah, dan solusinya harus memiliki out put dan capaian yang terukur” Tutur Bupati.

Melihat dari pola penularan pasien terpapar, Bupati Buol menarik hipotesis: ada kemungkinan kelalaian penerapan Prokes dari Tenaga Kesehatan, sebab kasus penularan di Kabupaten Buol tinggi angka tenaga kesehatan (Nakes) yang tertular di banding pasien non nakes. 

“Semua kasus, berstatus tahap penyembuhan isolasi mandiri. Tidak ada pasien positif yang di rawat di rawat di RS,  Pertanyaanya kenapa yang terpapar hampir separuh adalah perawat dan dokter di RS. Mokolyuri, ini akar masalahnya”

“Tidak ada yang di rawat, tapi perawat dan dokter banyak yang terpapar. kepeloporan pemberantas covid adalah tenaga kesehatan. Tetapi justru kita yang banyak terpapar. “tidak merawat pasien covid, tapi justru mereka yang banyak terpapar” ujar Bupati tegas.

Untuk Bupati meminta Dinas kesehatan menyusun rencana aksi yang terencana, terukur dan sistematis. Di mulai dari rumusan masalah, latar belakang masalah, dan bagaimana merumuskan langkah-langkah solutif yang juga akan berkonsekuensi pada alokasi anggaran.

“Susun segera rumusan rencana aksi, tahapan kerja, namun harus sistematis mengarah pada tujuan pemberantasan covid-19. Kenapa rencana aksi ini mesti di susun tertulis, sebab berkonsekuensi terhadap penggunaan anggaran yang mesti di pertanggung jawabkan output progres capaian-capaianya” tutur Bupati. 

Evaluasi menyeluruh 

Oleh sebab itu, Bupati ingin dilakukan evaluasi menyeluruh, baik dari segi penanganan, metode pendekatan dan langkah-langkah pencegahan penularan harus tepat sasaran. Proses mengidentifikasi masalah dan solusi harus memiliki relevansi dalam menurunya angka terpapar covid-19. 

Rencana Aksi Kadis Kesehatan harus di susun secara komprehensif. Karena segala bentuk tindakan menjadi langkah-langkah yang memiliki konsekuensi pertanggungjawaban penggunaan anggaran.  

” Rencana aksi harus solutif, wujudnya apa, aksinya apa, tindakanya apa. Analisa problem pokok. Plan of action harus mencakup analisa masalah, sumber masalah, dan solusi serta langkah konkrit yang terukur hasilnya. Hal ini berkaitan dengan alokasi pembiayaan anggaran oleh daerah” tutur Bupati. 

Kadis Kesehatan dalam kesempatanya menjelaskan salah satu problem peningkatan adalah Pengawasan pasien  Isolasi Mandiri belum sesuai SOP. Olehnya dirinya berharap Sinergis Gugus tugas dan DInas Kesehatan lebih di tingkatkan, utamanya dengan pemerintah Kecamatan dan Desa. 

Puskesmas Sebagai Garda Terdepan

Bupati Buol berharap Dinkes mengefektifkan Puskesmas sebagai  garda terdepan dalam proses tarcking, di setiap Puskesmas mesti ada  beberapa nakes yang khusus bertugas dalam proses tracking dan pengawasan isolasi mandiri. Dari situ akan di susun tupoksi kerjanya dan konsekuensi biaya kebutuhan kerjanya. Jika memang perlu, mengadakan rapid anti gen untuk tiap PKM.

“ Saya instruksikan setelah ini rapat Ddi pimpin langsung oleh Sekab. Bikin perencanaan dan langkah kerja. Bikin rencana aksi. Hadirkan seluruh Kepala Puskesmas. Dan harus dilakukan dalam waktu dekat ini. Selain itu, menyiapkan sumber-sumber pendanaan. Harus ada target dan hasil yang terukur. 

“Sebagai Pimpinan termasuk pimpinan OPD, kita di tuntut untuk tidak hanya mengutarakan masalah dan persoalan, namun harus memberi solusi dari setiap masalah. Itu tanggung jawab kita sebagai pemangku kebijakan. Kita harus menyelesaikan masalah dengan pendekatan masalah” tutup Bupati.

Kembangkan Udang Vaname Pola Padat Karya, Bupati Buol Desak Dinas Bertindak Cepat

Bupati Buol menghadirkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Sekretaris serta bidang Tehnis Perikanan dan Kelautan, bertempat di Ruang Kerja Bupati Buol, Kamis, 22 April 2021.  

Pertemuan ini merupakan agenda Rapat Koordinasi untuk membahas  hal-hal penting dan mendesak di Sektor Perikanan dan Kelautan. 

Prospek Sektor Perikanan

Bupati Buol dalam kesempatannya menyampaikan bahwa salah satu sektor unggulan dan memiliki peluang ekonomi yang baik kedepan adalah sektor perikanan dan kelautan. 

“Sektor ini sangat menjanjikan dari sisi pendapatan rumah tangga dan perputaran roda ekonomi daerah” ujar Bupati Buol. 

Hal ini juga tak terlepas dari kondisi geografis serta tanah Kab. Buol yang sangat cocok dengan kebutuhan usaha perikanan dan kelautan.

“Untuk Sektor ini, yang paling penting di kembangkan dan di masifkan adalah budidaya tambak Udang dan Ikan” lanjut Bupati. 

Morombue dan Laboratorium Inovasi Tekhnologi

Dengan kondisi alam yang sangat mendukung, serta sumber daya manusia yang melimpah, penting untuk segera mewujudkan target2 jangka pandek di sektor ini. 

Target-target jangka pendek ini berupa meningkatkan produktifitas panen tambak percontohan, revitalisasi tambak masyarakat, dan mencetak tenaga ahli pembibitan di pusat inovasi Tekhnologi Perikanan Dusun Morombue, harus segera dan cepat di realisasikan. 

“Morombue harus jadi Laboratorium Inovasi Tekhnologi  budidaya tambak dari situ kita akan lahirkan tenaga ahli  dan tenaga tekhnis, baik dalam pengelolaan maupun dalam proses menciptakan larva menjadi bibit” ujar Bupati. 

Menurut Bupati jika kita mampu mewujudkan target jangka pendek ini, maka akan menjadi salah satu perhatian pusat, bahwa Kab. Buol tidak saja menerima bantuan pusat, namun memajukan dan mengembangkanya. 

Dinas Harus Bertindak Cepat Berbasis Padat Karya

Karena prospek ekonominya yang cukup baik, mengembangkan budidaya tambak adalah juga mengembangkan ekonomi daerah dan otomatis meningkatkan kesejahteraan rakyat. 

“Jika kita bertindak cepat, output ekonomi yang kita harapkan dapat segera terwujud. Pendapatan rumah tangga meningkat, sirkulasi uang lancar, roda ekonomi daerah akan optimal” tutur Bupati Optimis. 

Untuk dapat mengembangkan maksimal program ini, maka pengelolaan berbasis padat karya harus upayakan.

“Tidak saja Pertanian, Perikanan dan Kelautan, harus kita upayakan padat karya. Artinya dengan anggaran yang terbatas, namun banyak hasil dan inovasi bisa kita capai” lanjut Bupati lagi. 

Untuk itu, Program Revitalisasi tambak masyarakat yang telah di gagas oleh Pemda agar segera di jalankan sesuai proposal yang masuk dan kemampuan budget kita. 

“Saat ini telah di mulai dari Lakuan, saya harap bisa di percepat, agar bisa lanjut ke desa-desa lain. Kita ingin memasyarakatkan tambak, untuk secepatnya memanen efek menetes dari budidaya tambak udang ini” pungkasnya. 

Panen Total Tambak Aquakultur

Dalam kesempatan ini Kadis Perikanan dan Kelautan menginformasikan bahwa Tambak Aquakultur Kamp. Bugis akan segera melakukan Panen Total yang di rencanakan selama 2 hari Tanggal 27-28 April. 

Tak Lupa, Kadis menyampaikan terkait kelompok, perlu di evaluasi kembali demi menjaga target dan capaian tambak tersebut.

“Harus ada soliditas tim, anggota kelompok harus yang benar-benar serius bekerja dan menyerap ilmu dari pengalamanya. Ini juga untuk menciptakan SDM ahli Bidang Pertambakan”Sambung Bupati. 

Untuk kedepan, dalam pembiayaan, dan agar tetap menjamin tambak contoh ini berumur panjang, dapat di mitrakan dengan investor untuk biaya produksinya.

“Investor memiliki pengalaman, juga tau cara meningkatkan produktifitas tambak. Selain itu, kita tidak perlu ragu lagi terkait biaya, olehnya saya setuju di tawarkan saja pada investor”

“Asal tetap dalam skema kemitraan, hanya suport modal dan pengetahuan, tekhnologi. serta pengalaman yang perlu di lakukan investor, yang lainya menjadi otoritas kelompok. Pola nya adalah Interdepedence Partnership” Tutup Bupati.

Panen Parsial Tambak Percontohan, Bupati Buol: Ini Adalah “Panen Kesejahteraan”

Sore tadi, Senin 5 April 2021, Bupati Buol hadiri Panen Parsial Udang Vaname Tambak Percontohan yang terletak di Kelurahan Kampung Bugis.  Turut hadir, Kadis Perikanan dan Kelautan bersama jajaran, dan juga seluruh anggota Kelompok Tambak “Mopoteetuan Aquakultur” yang sudah hampir tiga bulan ini mengelolah tambak percontohan berbasis komunitas ini.

Untuk di ketahui, kelompok tambak di pimpin oleh Tokoh Muda Kab. Buol Jufri S. Ali, beranggotakan kurang lebih tiga puluh pemuda yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Buol.  Tambak percontohan ini juga, merupakan tambak program Kementrian Perikanan dan Kelautan yang telah mengalokasikan anggaran puluhan Miliar, sebagai prakondisi menuju program budidaya tambak seluas 2000 hektar yang tahun ini akan di realisasikan dan SID-nya sedang di buat. Kab. Buol sendiri menjadi salah satu dari lima Kabupaten percontohan program kementrian perikanan dan kelautan dalam sektor budidaya Udang Vaname.

Panen “Kesejahteraan”

Sembari ikut serta melepas jala dalam kegiatan panen ini, Bupati Buol menyatakan konsep “Panen Kesejahteraan”. Menurut Bupati Buol, masifnya aktifitas budidaya tambak udang vaname ini, menjadikan setiap momen panen merupakan aktifitas memanen kesejahteraan.

 “Salah satu sektor ekonomi unggulan kita kedepan adalah budidaya tambak udang vaname. Jika saat ini, baru satu kelompok, kedepan akan banyak tambak rakyat yang kita bangun di Desa-Desa. Oleh sebab itu, bagi saya Panen Udang Vaname, sama dengan memanen “Kesejahteraan”” ujar Bupati di sela-sela proses panen.

Tak salah jika terminology kesejahteraan di gunakan oleh Bupati Buol. Sebab, dalam beberapa proses panen masyarakat yang membudidayakan udang vaname, dapat menghasilan pendapatan yang lumayan besar.

“Tambak Tradisional dengan luas setengah hektar saja dapat menghasilkan pendapatan puluhan juta rupiah, ini hanya di kelolah secara tradisional. Apalagi tambak percontohan ini di kelolah dengan pola intensif, pasti akan menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi di banding tradisional” lanjut Bupati. 

Efek Domino Ekonomi

Budidaya udang vaname yang memiliki prospek pasar nasional dan internasional yang baik, hal ini akan melahirkan “efek domino” ekonomi bagi daerah dan rakyat. Selain bagi anggota kelompok penambak, hal ini akan menstimulus roda perekonomian kembali bergairah. 

Disisi lainya, adalah penyediaan lapangan pekerjaan. Jika kedepan telah terealisasi program revitalisasi tambak rakyat, dan program tambak kementrian seluas dua ribu hektar akan meciptakan lautan lapangan pekerjaan bagi pemuda dan rakyat. 

Jika roda perekonomian tumbuh, secara otomatis pergerakan uang dalam daerah juga menjadi penyulut aktifitas perekonomian lain menjadi bergerak. Dampak berantai ekonomi inilah yang di sebut efek domino ekonomi dari udang vaname. 

Proyeksi Tambak Rakyat

Mulai Bulan ini Pemda Buol sedang getol menggalakan program revitalisasi tambak. Pemerintah memfasilitasi percetakan tambak rakyat berbasis kelompok, dan setiap orang dapat mengelolah tambak udang seluas 0,5 hektar. Pola pengelolaanya dengan model tradisional.

Selain program revitalisasi dengan dana APBD ini, melalui APBN dan Kementrian Perikanan dan Kelautan Buol menjadi salah satu daerah percontohan, dan satu-satunya di Sulteng yang akan di bangun “mega program” budidaya tambak seluas 2000 hektar.

Dengan kombinasi APBN dan APBD untuk budidaya udang vaname ini, optimisme Buol akan menjadi salah satu sentra udang di Sulteng dan Indonesia Timur dapat di pastikan.

 Dampak turunanya adalah ekonomi rakyat menengah kebawah akan menggeliat dan menjadi penyanggah utama roda perekonomian daerah selain pertanian dan peternakan. 

Untuk di Ketahui, Tambak percontohan Kelompok  “Mopoteetuan Aquakultur” di Kelurahan  Kampung Bugis ini, di proyeksikan akan menghasilkan panen kurang lebih 2 Ton setiap petaknya, dengan jumlah petak 10, di kalkulasi panen perdana nantinya akan menghasilkan 20 Ton.

Pemda Buol Sosialisasi Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Seluruh Masyarakat Kabupaten Buol.

Selasa, 06 April 2021, Pukul 11.00 Wita
Setelah melaksanakan kegiatan di Kecamatan Peleleh, Wakil Bupati Buol H. Abdullah Batalipu, S.Sos, M.Si selaku Ketua Satgas Covid 19 Kabupaten Buol, didampingi Tim Sosialisasi Vaksinasi Covid 19 Kabupaten Buol, berpindah tempat untuk melaksanakan Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 kepada seluruh masyarakat. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Paleleh Barat
Turut Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Camat Paleleh Barat, Kacabjari Paleleh, Unsur Forkompimcam, Para Kades, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kec. Paleleh.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk rangkaian kegiatan vaksinasi covid 19 di Kabupaten Buol, setelah dilaksanakan bagi para pejabat publik, ASN, dan TNI POLRI maka kegiatan Vaksinasi akan di focuskan pada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Buol.
Dalam sambutanya Wakil Bupati Buol, menyampaikan Tahun kemarin kasus covid kita hanya disekitaran 70 orang terconfirmasi namun untuk saat ini data dari Dinkes sampai dengan hari ini terdapat 261 orang yang sudah terconfirmasi positif Covid 19. Khusus Kecamatan Paleleh barat saya memberikan apresiasi dari seluruh Kecamatan Paleleh Barat sampai saat ini hanya terdapat 1 orang saja yang terconfirmasi. Oleh karena itu, ucapan terima kasih kepada seluruh Tim Satgas Kecamatan dan Desa yang sudah berupaya keras untuk bisa menjawa wilayah Kecamatan Paleleh Barat.
Selanjutnya Wakil Bupati menambahkan bahwa bukan berarti kurangnya konfirmasi Positif covid di wilayah Kecamatan Paleleh Barat berarti sudah bebas, tentunya sikap kesiapsiagaan sangat penting terkait hal ini dan harus lebih di tingkatkan maka diharapkan pada seluruh Kepala Desa untuk dapat mengambil langkah langkah strategis salah satunya dengan menyiapkan rumah singgah sebagai tempat pelaksanaan karantina apabila kedeoan terdapat ketambahan kasus baru. ” Silahkan gunakan dan manfaatkan dana desa yang telah saudara simpan dalam Dana BTT untuk penanganan covid 19, jika ada wargamu yang terconfirmasi wajib di urus, karantinakan mereka melalui rumah karantina yang disiapkan desa, bantu keluarga mereka dengan memberikan BLT selama menjalani isolasi mandiri dalam rangka proses penyembuhan “. Ujar Wakil Bupati
Terkait pelaksanaan sosialisasi vaksinasi covid. Ketua satgas sangat mengharapkan untuk dapat mendukung pelaksanaan vaksinasi covid 19 kepada seluruh masyarakat. Hal ini merupakan ikhtiar dari pemerintah untuk bisa menanggulangi masalah penyebaran covid19. Keberhasilan pelaksanaan vaksinasi ada pada kita semua baik Pemerintah kabupaten, kecamatan, desa sampai dengan tokoh masyarakat. Kalau hal ini tidak didukung maka yakin saja upaya kita semua akan sia sia terkait penanganan covid. ” tolong didukung bapak ibu sekalian terkait program vaksinasi ini, saya berharap bapak dan ibu yang hadir saat ini menjadi agen vaksinasi covid 19 yang seterusnya bertugas untuk mensosialisasikan kembali kepada keluarga dan masyarakat luas lainnya guna keselamatan kita bersama ” ujarnya
Diakhir sambutan beliau, Penekanan khusus dari Wakil bupati jika ada rilis resmi dari Satgas kabupaten terkait konfirmasi positiif maka kewajiban Satgas Kabupaten untuk disampaikan secara resmi kepada pihak kecamatan dan desa untuk seterusnya akan ditindaklanjuti penangananya terkait pelaksanaan isolasi mandiri dan tracking contak positif oleh Satgas kecamatan dan desa. ” mohon bantuan pendampingan bapak kapolsek dan babinsa untuk dikawal terkair pelaksananan tugas di Kecamatan dan Desa” . Tutup Wakil Bupati
Bagian Protokol dan komunikasi Pimpinan sekretariat daerah kabupaten Buol

Sekretaris Daerah Hadiri Rapat Pembahasan Refokusing APBD TA. 2021

Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Drs. H. Mohammad Suprizal Jusuf, MM menghadiri rapat kerja pembahasan proses refokusing ABPD Tahun 2021 bertempat di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
Turut hadir dalam pembahasan tersebut, Asisten Perekonomian, Inspektur Inspektorat, Kaban BPKAD, Kaban BPPD, Kaban BPBD, Kadis Kesehatan dan Anggota TAPD.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Pelaksanaan Refocusing Anggaran terkait Penanganan Covid 19 di Kabupaten Buol. Dalam arahannya, Sekretaris Daerah menyampaikan 2 Poin penting dalam proses refokusing ini :
Pertama, refokusing anggaran harus patuh dan berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, jangan sampai kita menyalahi aturan pada proses refokusing ini.
Kedua, Dinas kesehatan harus mempunyai output dalam penggunaan dana, khususnya proses vaksinasi Covid-19. Jangan sampai ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak mensukseskan program vaksinasi ini. Buatkan laporan secara tertulis dan berkala.
Bagian Protokol dan komunikasi Pimpinan sekretariat daerah kabupaten Buol.