Home » 2021 » Maret (Page 2)

Monthly Archives: Maret 2021

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Proteksi Ekonomi Daerah: Cegah Capital Out Flow dan Prioritas Pelaku UMKM Lokal

Bupati Buol bersama Asisten III bidang perekonomian, Dinas Pertanian dan Peternakan, Kepala Bank Mandiri Cabang Buol, Dinas Sosial, bersama Ketua Kelompok Agro Mandiri Yang Bergerak di Usaha Peternakan Ayam.

Rapat ini membahas beberapa hal strategis terkait kebijakan perekonomian daerah, menguatkan usaha dalam daerah, tata kelolah sirkulasi dangan sembako dalam daerah mengantisipasi capital out flow lewat proteksi ekonomi. 

Pemulihan Ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial

Sesuai dengan edaran pemerintah pusat focus alokasi anggaran ada tiga hal: yakni Penanganan Covid-19 dan kesehatan, pemulihan ekonomi, dan jaringan pengaman social (social safety net). Atas edaran tersebut, setiap daerah berhak mematuhi dan menindaklanjutinya. 

“Pemerintah pusat sudah menentukan road map alokasi anggaran pada tiga sector penting. hal terpenting adalah menjaga ketahanan pasokan pangan dam sembako, kemandirian ekonomi, stabilitas daya beli rakyat, termasuk memastikan UMKM tetap berkembang di tengah pandemi” Ujar Amirudin Rauf. 

Semangatnya adalah bagaimana sirkulasi uang tetap berputar dalam daerah. Sebab, untuk menghidupkan ekonomi suatu wilayah yang mesti di  lakukan adalah menjaga money suplai dalam daerah tersebut. Aktifitas fiskal harus menunjang pembangunan pasar dalam daerah. 

Meminimalisir Capital Out Flow

Salah satu logika ekonomi, untuk meningkatkan kesejahteraan, adalah dengan menjaga uang beredar dalam daerah. Hal ini dapat di wujudkan dengan mencegah seminimal mungkin uang mengalir keluar daerah atau yang dalam istilah ekonomi Capital Out Flow.

“Aktifitas ekonomi suatu daerah itu sangat di tentukan oleh money supply kedalam daerah tersebut. Olehnya perangkat kebijakan, dan program kita harus memastikan sirkulasi ekonomi/uang beredar dalam daerah. Kebutuhan bahan seperti sembako yang masih bisa di usahakan dan di dapatkan dalam daerah, tidak mesti kita beli dari luar. 

Menurut Bupati Buol, jika kita memiliki kemauan untuk memperkuat UMKM dalam daerah, jalan memproteksi ekonomi daerah wajib kita lakukan. Setiap OPD yang berkaitan dengan pemenuhan bahan pokok dan pangan harus punya visi kemandirian dan kedaulatan untuk memperkuat perekonomian daerah. 

“Kita akan mengaturnya, baik perangkat kebijakan, regulasi, dan mekanisme tekhnis dalam memperkuat perekonomian daerah, mencegah capital out flow, dan menciptakan multiplayer efek” ujar Bupati Buol.

Multiplayer Efek Dalam Ekonomi Daerah

Upaya membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi, harus termanifestasikan dalam usaha melakukan proteksi ekonomi, dan kebijakan yang memiliki arah keberpihakan pada pelaku ekonomi dan usaha dalam daerah (baca: local). 

Dengan langkah di atas, maka akan tercipta dengan sendirinya apa yang disebut multiplayer efek atau efek domino pada seluruh sektor dan sendi perekonomian dalam daerah, baik petani, peternak, pengusaha, dan optimalisasi fiskal daerah. 

“dengan melakukan proteksi, kita akan meguntungkan banyak sector dalam daerah. Semisal kita membeli ayam dan telur dalam daerah, kita dapat mengembangkan usaha peternakan lokal, menyerap tenaga kerja, memastikan pendapatan tenaga kerja dalam hal ini rakyat. Dalam indikator makro ekonomi, kita dapat memastikan money supply dalam daerah, pasar local menjadi kuat, dan aliran uang keluar daerah (capital out flow) juga dapat di kurangi” tutur Bupati dua periode ini.

Multiplayer efek ini juga dapat menciptakan dampak langsung dan juga dampak yang tidak langsung. Dampak langsung adalah pelaku usaha akan merasa terlindungi, pendapatan daerah juga akan meningkat. Dampak tidak langsungnya adalah menciptakan pasar tenaga kerja baru, memantik pelaku-pelaku usaha baik yang identic maupun usaha lainya untuk bergerak di sektor ekonomi, sebab, ada kepastian dan jaminan pemerintah bahwa produksi local akan di prioritaskan.

Sinergitas Lintas OPD, Perbankan dan Pelaku Usaha

Bupati Buol berpesan agar untuk memastikan usaha local berkembang, produk local laris di pasaran, dan geliat usaha agrobisnis dan peternakan menjamur, setiap OPD dan Perbankan harus berkerjasama dalam mengupayakan dan menutup kran produk luar daerah.

“sinergitas OPD, Perbankan dalam bidang kredit dan lain-lain, serta pelaku usaha harus di desain dalam satu kerangka kerja kebijakan yang saling terkoordinasi dan memiliki capaian yang jelas. Kita akan memastikan produk sembako dalam daerah terbeli, jika kurang baru kita akan memasok dari luar. Sejauh ini, usaha-usaha lokal kita sudah cukup mampu memenuhi kebutuhan pemulihan ekonomi maupun jarring pengaman social yang di komandoi oleh Dinas Sosial” lanjut Bupati yang juga seorang dokter ini.

 Belajar dari Politik Perekonomian Negara Maju

Banyak fakta sejarah bahwa Negara-negara yang saat ini di identikan sebagai Negara maju adalah mereka yang menerapkan proteksi ketat terhadap perekonomian dalam negeri, dan menerapkan bea tariff yang tinggi untuk produk luar negeri. Keberpihakan dan prioritas pada pengusaha nasional menjadikan mereka menjadi Negara tangguh seperti sekarang ini.

Lihat saja AS, menerapkan standar harga murah komditi mereka di pasar global, namun juga memasang bea tinggi untuk produk luar negeri yang masuk kenegaranya. Proteksi ekonomi ini menjadikan AS memiliki pendapatan perkapita yang cukup tinggi, dan memiliki PDB yang cukup tinggi pula.

Jepang, di era Restorasi Meiji, dengan kebijakan mengimpor hanya pada bahan-bahan yang tidak ada di Jepang. Sejauh bahan baku tersedia dalam negeri, mereka akan lebih memilih bahan dalam negeri sekalipun dengan menerapkan subsidi sekalipun. Usaha-usaha yang strategis tidak di liberalisasi pada asing, kecuali jenis industry non strategis, bisa di kerjasamakan atau buka kran investasinya.

Cina menerapkan reformasi ekonomi di era Deng Xioping. Untuk mengejar ketertinggalan dari AS dan Jepang, Cina melakukan transformasi dan lompatan jauh kedepan yang saat ini, mereka telah sejajar dengan kedua Negara maju tersebut. Politik upah murah, namun tetap mendorong daerah belakang (pertanian) memasok produk pangan ke kota, menjadikan Cina kuat dan berdaulat secara ekonomi. Hanya beberapa provinsi yang di biarkan terbuka, namun, provinsi lainya tetap di proteksi. Lihat saja produk industri Cina murah dan menguasai pangsa pasar global. 

Pelajaran Penting Dari Proteksi Ekonomi

Dalam skala lokal daerah, proteksi adalah pilihan. Memilih uang lari keluar, dan memakmurkan daerah lain, atau sekalipun dengan susah payah, menjaga sirkulasi uang tetap berputar dalam daerah, menjaga neraca dagang stabil, dan kondisi fiscal daerah tidak deficit.

Olehnya, di tengah program yang sangat membutuhkan bahan sembako baik dalam BLT atau PKH, baiknya memprioritaskan hasil sembako local. Tindakan ini dapat membantu usaha lokal berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan otomatis menjamin kesejahteraan rakyat.

“Jika perlu kita akan buat surat edaran untuk menjamin usaha peternakan ayam potong dan petelur terjual. Selain ayam, dapat juga kita terapkan pada sector pangan lain, seperti beras, dll. Keberpihakan kita jelas adalah mempriroitaskan usaha pangan dan peternakan dalam daerah” tutup Bupati Buol.

Di penutup rapat perwakilan perbankan yakni Bank Mandiri Cabang Buol menyatakan meminta surat edaran sebagai turunan dari strategi pemulihan ekonomi. Perwakilan perbankan juga setuju dengan strategi Semua strategi pemulihan ekonomi yang berkaitan dan kebutuhan sembako rakyat, harus memprioritaskan stok pangan local.


Buol Fokus Investasi Berkeadilan Berbasis Pangan, Peternakan dan Budidaya Tambak

Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Penanaman Modal se-Sulawesi Tengah, sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan, Bupati Buol berkempatan menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada peserta yang berasal dari Provinsi, dan Kabupaten-kabupaten di Sulteng.

Rakor ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi, serta perwakilan tiga belas Kabupaten/Kota di Sulteng. Kegiatan dibuka dengan penampilan tari-tarian adat Buol oleh anak-anak seni tari di kabupaten Buol, bertempat di Hotel Surya Wisata, Tanggal 18 Maret 2021.

Bukan Industri Ekstraktif

Dalam sambutanya, Bupati Buol menyampaikan bahwa karakteristik investasi dan industri di Kabupaten Buol tidak sama dengan apa yang ada di Kab. Morowali, Morut, dan Poso. Jika di Morowali dan Morut bergerak pada industri ekstraktif yakni pertambangan, di Poso terdapat Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) Sulewana, di Buol justru mengambil pilihan investasi anti mainstream.

“Buol berbeda dengan daerah industri tambang dan PLTA, kami memilih jalur yang tidak umum dilakukan, industri dan investasi di Buol lebih mengarahkan pada sektor pangan, peternakan, dan budidaya tambak” Tutur Bupati.

Olehnya, jika ukuran penanaman modal dari sisi ekstraktivisme, memang Buol tidak memilikinya. Namun jika terkait sektor pangan, Buol telah meletakan pijakan dasarnya sejak beberapa tahun kemarin. Bagi Bupati Buol, investasi sektor non mainstream ini bertujuan mengejar tidak saja pertumbuhan, tetapi juga pemerataan.

Tidak Saja Pertumbuhan, yang utama adalah pemerataan.

Menurut Bupati, industri ekstraktivisme hanya mengejar pertumbuhan semata, tapi melupakan pemerataan. Padahal tujuan industrialisasi adalah mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“olehnya, di Kabupaten Buol kami lebih memilih fokus pada investasi di sektor pangan, peternakan, dan budidaya tambak. Hal ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan. Sehingga, ketimpangan pendapatan dapat di kurangi. Program afirmatif pemda di Buol hendak mendorong pemerataan kesejahteraan” tutur Bupati Buol.

Program-program seperti Gertak Boss, P3K, One Man One Cow, dan Budidaya tambak yang rencananya akan di kerjakan tahun ini, dimana SID akan memanfaatkan lahan seluas 2 ribu hektar. Semua program ini, lebih menekankan pada afirmasi dan akses ekonomi rakyat pada sektor produksi.

“Produksi Jagung sudah mencapai 117.000 Ton Tahun 2020, Beras 35.000 Ton, Sapi Tahun 2020 sudah mencapai 35.433 ekor, dan Rencana proyeksi tambak 2000 hektar, yang akan menyerap tenaga kerja kurang lebih 4-5 ribu tenaga kerja” tutup Bupati Buol.

Komitmen Kembangkan Udang Vaname Bupati Buol Akan Bangun Ekosistem Inovasi Tekhnolgi Dengan Kirim Anak Daerah Belajar di Takalar

Bupati Buol, selepas melaksanakan rapat terkait pengembangan usaha peternakan ayam dan merumuskan langkah ekonomi turunanya, tak berlama-lama langsung tancap gas bersama rombongan meninjau tambak percontohan udang vaname di Dusun Moronggue, Kec. Lakea, Rabu 17 Maret 2021.

Turut serta bersama Bupati, Asisten Bupati, Kadis Perikanan dan Kelautan dan juga Camat Lakea sebagai kepala Wilayah.  Agenda ini merupakan rangkaian melihat progres budidaya tambak udang percontohan di Dusun Morombue.

Kebutuhan Menyiapkan Tenaga Ahli 

Bupati Buol selain meninjau langsung perkembangan sarana infrastruktur budidaya udang vaname, juga terlibat diskusi serius terkait prospek jangka panjang udang vaname bagi perekonomian masyarakat.

Mencermati hambatan yang di alami rakyat dalam mengembangkan usaha budidaya ini, Bupati menginstruksikan untuk mengirim anak asli daerah untuk belajar tekhnik pembuatan bibit/benih udang. Hal ini sejalan dengan memposisikan tambak contoh Morombue sebagai tempat menghasilkan bibit udang untuk dikembang biakan oleh masyarakat.

“Kita kirim beberapa orang untuk belajar ke Takalar, hal ini agar kedepan kita tidak perlu lagi membeli bibit udang dari luar. Kita berharap dengan ilmu yang di dapatkan dari belajar di Takalar, akan menunjang rencana Kabupaten Buol membuat bibit sendiri dan kemudian di salurkan kepada tambak-tambak kelompok masyarakat” ujar Bupati Buol.

Bupati Buol sadar betul bahwa Budidaya Udang vaname baik tradisional, semi, dan supra intensif membutuhkan inovasi tekhnologi. Sebab, untuk suksesnya program ini, harus di tunjang dengan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ahli di bidangnya, dan tentu telah banyak menimbah ilmu praktis di daerah yang telah berhasil membudidayakan udang vaname ini.

“untuk mengantisipasi hambatan tambak yang di kelolah oleh masyarakat dalam hal akses terhadap bibit yang cukup mahal, daerah harus berpikir untuk mengembangkan pembibitan sendiri dan menerapkan ekosistem inovasi tekhnologi yang komprehensif di sector Budidaya udang vaname” lanjut Bupati Buol.

Selepas berdiskusi panjang, rombongan langsung menuju ke kelurahan Kumaligon, Kecamatan Biau, meninjau budidaya ikan Nila yang di kelolah oleh masyarakat dengan memanfaatkan lahan tidur serta pasokan air yang lancar.

Budidaya ikan Nila ini, sudah berjalan beberapa bulan, dan cukup berkembang baik pertumbuhan Ikan Nila tersebut. 

“harapanya lahan-lahan yang masih ada, agar di alih-fungsikan menjadi tambak, ketimbang di biarkan menjadi lahan tidur yang tidak terkelolah. Jika pemilik lahan bersedia, pemda akan menyediakan alat untuk mencetak pematang, agar budidaya Ikan Nila ini dapat massif dan berkembang pesat” lanjut Bupati.

“harapanya, kita dapat memanfaatkan Ikan Nila ini, selain dapat di jual di pasaran, juga dapat kita manfaatkan menjadi bahan baku dalam pembuatan pakan ternak dan pakan udang serta ikan” tutup Bupati Buol.

Hadir Panen Raya Padi Ladang 345 hektar, Bupati Buol: Jual Dalam Bentuk Beras Kemasan

Bupati Buol menghadiri kegiatan Panen Raya Padi Ladang di Desa Lunguto, Kecamatan Paleleh Barat, Minggu 14 Maret 2021. 

Selain Bupati Buol, jajaran pemerintahan turut hadir, hampir semua Kepala OPD, Asisten, Ketua DPRD Kab. Buol, Direktur Perusda, Camat Paleleh Barat, dan Kades di wilayah Palbar. Sekalipun dalam cuaca yang terik, dan untuk sampai di lahan Padi harus mencurahkan tenaga dan pernapasan ekstra, sebab untuk sampai harus melewati tanjakan yang cukup terjal.

Potensi Padi Ladang 

Padi Ladang adalah salah satu komoditi pertanian yang sudah turun temurun di lakukan oleh masyarakat Paleleh Barat. Saking lamanya, banyak tradisi dan kearifan lokal yang membarengi proses cocok tanam padi ladang ini. 

“Ada empat jenis Padi Ladang yang di tanam petani, yakni Pare Sina, Pare Buyungan, Pare Maraya, dan Pare Pondang” Ujar Camat Palbar saat memulai kegiatan. 

“Total luas lahan yang di tanami Padi Ladang ini berkisar 345 hektar tersebar di semua Desa di Kec. Palbar, Di kerjakan oleh 212 Kepala Keluarga (KK), yang menanam secara bersamaan, dan taksiran produksi berkisar hampir 1000 Ton” Lanjut Camat Palbar. 

Salah satu kearifan lokal yang ada di wilayah ini adalah menerapkan pola bertani alami (organik) tanpa menggunakan pupuk kimia. 

“Kearifan lokal sejauh dapat meningkatkan perekonomian rakyat, harus terus di lestarikan, termasuk pertanian alami saya sangat mendukung. Namun, jika ada budaya yang justru membatasi peningkatan produktifitas baiknya di tinggalkan” ujar Bupati Buol dalam sambutanya. 

Produk Unggulan dan Ikon Palbar

Bupati Buol berharap agar niat masyarakat Palbar untuk memasarkan beras ini dalam bentuk kemasan di seriusi.

“Kadis Perindakop,  tolong urus semua syarat registrasi, Sertifikat halal dan BPOM juga di siapkan. Saya mau beras ini di buat menarik kemasanya, dan di jual dengan ukuran 10 kg per karung” tutur Bupati Buol.

Menurut Bupati, Padi Ladang ini akan menjadi produk unggulan juga sebagai Ikon pangan Wilayah Palbar. 

“Jika telah kita pasarkan, maka kita harus menjamin kemampuan kita untuk produksi. Apalagi jika kita sudah berkerjasama dengan swalayan, harus ada target produksi yang kontinyu. Pertanyaanya apakah masyarakat sudah siap?” ujar Bupati lagi.

Gerakan Sektor Ekonomi Lain

Selain, membahas soal Padi Ladang, Bupati juga memberikan bantuan pada sektor Pariwisata dimana Palbar memiliki bentuk alam yang indah, gunung yang langsung berhadapan dengan laut, dan di apit oleh dua Pulau, yakni Pulau Raja dan Pulau Boki. 

“Saya akan coba mengupayakan bantu satu unit perahu untuk kepentingan sektor pariwisata disini” sambungnya. 

“Selain itu Pak Camat, jika serius dan siap mengolah pupuk kandang, pemda akan bantu kelompok ayam petelur” Tutup Bupati Buol.

Peringkat Lima Laba Tahun 2020, Buol Dapat Dana CSR Hampir 1 M dari Bank Sulteng

Bupati Buol hadir dalam Undangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun  Buku 2020, bertempat di Hotel Best Western, Palu 9 Maret 2021. Hadir dalam rapat tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati dan Walikota se- Sulteng, bersama jajaran direksi dan komisaris di Bank Sulteng.  

Atas kerja sama yang sinergis antara BPD Cabang Buol bersama Pemda, dalam laporan Laba Tahunan untuk 2020, BPD Buol masuk 5 besar dalam raihan laba tersebut.  Menurut Kepala PT. Bank Sulteng Cabang Buol Moh Rizani Irawan Hanggi, Total 26 M lebih hasil Laba yang di dapat Tahun kemarin. Olehnya, kedepan di Harapkan kerja sama yang sinergis antara Bank Sulteng Cab. Buol dan Pemda, agar dapat meningkatkan laba tahun depan di Kabupaten Buol. 

“Realisasi Laba Bank Sulteng Cabang Buol per 31 Des 2020 Rp.26.158.209 Milyar (dlm jutaan). Kuncinya adalah sinergitas. Jika mampu, kami akan menargetkan masuk 3 Besar”  Tegasnya. 

Kembali Mendapat CSR 

Tahun kemarin, Kabupaten Buol mendapat Dana CSR sejumlah 720 Juta. Yang oleh Pemda Buol, dalam hal ini Bupati di arahkan pada pemberdayaan bantuan modal kelompok ayam petelur. 

“Tahun kemarin Dana CSR telah kita salurkan untuk bantuan modal pembangunan usaha ayam petelur, berbasis kelompok. Alhamdulilah sudah sementara berjalan” ujar Bupati. 

Untuk, Tahun 2021, Kab. Buol kembali mendapat Dana CSR hampir 1 M. Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham, dari total 12 M bantuan ke 13 Kabupaten Kota. 

“Tahun kemarin kita telah bantu 12 kelompok ayam petelur. Untuk Tahun ini, kami akan bahas kembali, akan di arahkan kemana Bantuan Dana CSR ini” tutur Bupati setelah rapat. 

Prinsipnya, menurut Bupati, dana ini akan di dorong untuk memberdayakan perekonomian rakyat berbasis komunitas. 

“Azas manfaat dari bantuan ini yang ingin kita capai. Olehnya sasaran bantuan ini tetap untuk membangun kemandirian ekonomi kerakyatan berbasis komunitas/kelompok” ujar Bupati Buol setelah selesai acara.