Home » 2021 » Maret » 24

Daily Archives: 24 Maret 2021

dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Musrembang Tahun 2021: Sebagai “Momen Penentuan” Menuju Buol Maju dan Sejahtera

Pemerintah Daerah Kabupaten Buol melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tahun 2021, dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2022. Musrembang kali ini mengangkat tema “Pemulihan ekonomi dan sosial menuju pemantapan kesejahteraan dan kemandirian daerah”.

Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Buol, Forkompida, DPRD Kabupaten Buol, Pimpinan SKPD, dan Camat serta Kades se-Kabupaten Buol. Kegatan berlangsung di Kantor Bappeda, Rabu, 24 Maret 2021.

Membangun di Tengah Pandemi

Bupati Buol dalam sambutan pembukanya, menjelaskan tentang tantangan dan hambatan membangun di tengah pandemic yang belum kunjung reda. Hampir setiap sector mengalami stagnasi dan pelambatan. Tak terlebih sector ekonomi, menjadi sasaran utama dampak virus ini. 

“Hampir semua sector mengalami kemandegan, pedagang-pedagang dipasar saja banyak mengeluh mengalami penurunan omset selama pandemi. Kita di tuntut untuk mampu melahirkan kebijakan yang mensejahterakan, di tengah keterbatasan anggaran karena refocusing dan hambatan-hambatan lainya” ujar Bupati Buol.

Namun, salah satu hal yang patut disyukuri, di tengah Pemangkasan anggaran DAU hampir 14 % dan refocusing anggaran, pertumbuhan ekonomi masih tetap stabil di angka 3 persen. Tentu hal ini berkat strategi kebijakan yang tepat dan inovatif oleh seluruh jajaran pemerintahan daerah. 

“Saya berharap seluruh jajaran SKPD mampu memaksimalkan potensi yang ada,  mampu berpikir inovatif di tengah keterbatasan anggaran, melakukan hal besar dari anggaran terbatas, sederhananya kita harus mampu dan berani keluar dari lubang jarum yang sempit untuk tetap mewujudkan kesejahteraan rakyat” lanjut Bupati Buol.

Mengetatkan Ikat Pinggang

Pandemi ini selain berdampak pada kesehatan, yang paling terdampak parah adalah sector ekonomi. Tidak saja Indonesia dan daerah-daerah, Negara Maju sekalipun seperti AS dan China ikut terkena dampak. Strategi ekonomi yang di lakukan adalah dengan menerapkan proteksi ekonomi, mengurangi belanja apparatus Negara, dan berlomba-lomba menarik deviden dari produk impor, serta menurunkan komiditi ekspor mereka. 

“Seluruh OPD harus mampu menerapkan apa yang di sebut kebijakan pengetatan ikat pinggang. Mengurangi belanja yang tidak perlu, efisensi anggaran, harus mampu memilah mana program dan kebijakan yang prioritas dan dapat memberi efek domino bagi aktifitas ekonomi mayoritas rakyat” tutur Bupati Buol. 

Selain mengetatkan ikat pinggang, untuk tetap pro aktif dalam memastikan kebijakan tepat sasaran, Bupati Buol menghimbau agar bekerja lebih giat dan tekun bagi para OPD. Sampai pandemic ini benar-benar lenyap dari bumi Pogogul, menurutnya setiap perangkat kerja daerah harus memangkas jatah jam tidur. Sebab, di luar jam kerja sekalipun setiap perangkat kerja daerah di tuntut untuk berpikir tentang perbaikan hajat hidup rakyat.

Tahun 2021 adalah “Momen Penentuan” 

Menurut Bupati Buol, Tahun 2021 ini adalah satu titik penentuan. Suatu momen yang akan sangat menentukan hal-hal besar kedepan. 2021 adalah Tahun keempat periode kedua, artinya menyisahkan setahun lagi untuk mewujudkan semua target RPJMD dan cita-cita besar tentang kemandirian dan kesejahteraan.

“kita sudah memasuki Tahun ke IV periode pemerintahan, seluruh target di bidang program dan kebijakan telah kita canangkan di capai Tahun 2022, olehnya tahun ini kita harus meningkatkan etos kerja kita, berpikir lebih keras, memaksimalkan sector-sektor yang bisa mendukung suksesnya program kita” ujar Bupati.

“Ada banyak Target kita, namun yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat ada beberapa yakni: produksi Jagung, Produksi beras, peningkatan populasi sapi, dan realisasi program budidaya tambak vaname sebanyak 2 ribu hektar, hal ini akan kita tingkatkan intensitasnya tahun 2021 ini, sebab, di tahun depan, kita tinggal mengejar yang belum tercapai dengan waktu terbatas”ujar Bupati Buol lagi.

Untuk di ketahui, Target RPJMD tahun 2022 adalah produksi Jagung 100 ribu Ton, Produksi Beras 50 ribu Ton, dan Populasi sapi 50 ribu ekor, yang telah mencapai target produksi bahkan di tahun 2020 adalah produksi Jagung. Produksi beras dan populasi sapi, masih menyisahkan 2 tahun lagi untuk wujudkan sesuai target RPJMD.

“Produksi Beras Tahun 2020 berkisar di angka 35 ribu Ton, sedangkan jumlah populasi Sapi berada di angka 35.433 ekor. Olehnya saya tekankan kepada OPD terkait yang bersinggungan langsung dengan realisasi target RPJMD tersebut, untuk focus merealisasikan apa target yang telah kita sepakati bersama untuk di capai di tahun terakhir periode kita” lanjut Bupati.

“Dinas UMKM agar ambil peran penting memastikan semua produk petani agar dapat laris di pasaran. Semua komoditi petani harus dapat terbeli dan memberi efek timbal balik bagi pendapatan petani. Jika pendapatan petani terjamin, roda perekonomian juga dapat berputar, sebab mayoritas rakyat di Desa adalah petani. Dengan jalan ini gairah ekonomi akan kembali pulih dan bersemangat” lanjut Bupati lagi.

Perbaikan Penyelenggaraan Pemerintahan, MCP KPK Urut 1 dan WTP 4 Kali

Di aspek penyelenggaraan pemerintahan juga terus menunjukan perbaikan yang signifikan. Dengan kerja keras, Tahun 2021 ini, Kabupaten Buol meraih MCP KPK peringkat pertama di Sultengn dan peringkat 51 secara nasional. Buol bahkan meninggalkan jauh peringkat Provinsi Sulteng yang berada di urutan empat ratus lebih. 

Kabupaten Buol meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat tahun berturut-turut. Hal ini tidak saja prestasi, tetapi telah menjadi budaya wajib bagi penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Buol. 

Angka Kemiskinan dan Tingkat Kesenjangan Menurun

Program kerakyatan telah berhasil mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Buol. Hal di paparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa angka kemiskinan telah mengalami penurunan dua digit, dari yang awalnya 15 %, turun menjadi 13 % lebih. 

Karena program kerakyatan juga tidak saja mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan, akhirnya terbukti dengan tingkat kesenjangan antara kaya dan miskin yang juga terus menerus menipis. 

Berdasarkan data BPS, gini ratio atau tingkat kesenjangan turun dari angka 0,36 Tahun 2019, menjadi 0,285 tahun 2020. Hal ini tentu adalah dampak dari program-program strategis daerah yang berhasil meningkatkan perekonomian rakyat menengah kebawah khususnya petani.