dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG,M.Si

Salam Pembangunan

Selamat datang di Portal dan Website Pemerintah Kabupaten Buol. Portal dan Website ini adalah sarana komunikasi dan berbagi informasi antara Pemerintah dan Masyarakat serta sebagai media publikasi pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, dan layanan kemasyarakatan dan juga sebagai sarana menampung dan menjawab segala keluhan masyarakat terkait layanan publik dan pembangunan wilayah. Terima kasih atas kunjungannya, semoga Portal dan Webiste ini dapat memenuhi kebutuhan informasi Anda. Admin

Satgas Penanganan Covid-19 Buol

Laporan Kasus Covid-19 Sulawesi Tengah

Perbarui Senin Tanggal 2 November 2020

MENINGKAT, 313 PENGGUNA JALAN TERJARING OPERASI YUSTISI

Operasi Yustisi penerapan disiplin protokol kesehatan kembali dilakukan. Kali ini berlangsung di dua titik, yakni Kompleks Lampu Lalu lintas Leok II dan Tugu Bambu Kuning. Operasi yang dilaksanakan mulai  Selasa (2/3) hingga Sabtu (6/3)  ini menjaring setidaknya 313 pengguna jalan yang tidak memakai masker.

Dari jumlah ini, 273 diantaranya dikenakan sanksi sosial dan 40 lainnya dikenakan sanksi administratif. Jika dibandingkan dari minggu sebelumnya yang total pelanggar protokol kesehatan berjumlah 273, operasi kali ini mengalami peningkatan sebanyak 40 kasus.

Diberitakan sebelumnya, tim Satgas Covid-19 yang bertugas dalam operasi yustisi penerapan disiplin protokol kesehatan yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Bapenda, Dinas Kesehatan, Bakesbangpol dan Dinas Komunikasi dan Informatika menjaring pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Pelanggar protokol kesehatan ini dikenakan dua jenis sanksi, yakni sanksi administratif dan sanksi sosial. Mengacu pada Perbup No.22 Tahun 2020, besaran sansi administratif yang dikenakan kepada pelanggar sebesar Rp.50.000. Sementara untuk sanksi sosial berupa kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. Operasi ini sebagai upaya penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Operasi ini pula bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19  khususnya di Kabupaten Buol.

Pendidikan dan SDM Adalah Faktor Penting Kemajuan Daerah

Bertempat di Aula Lantai II, Bupati Buol menerima kunjungan serta silaturahmi dari Keluarga Besar Mahasiswa Buol (KBMB) IAIN Palu, Kamis, 4 Maret 2021. Dalam pertemuan ini, Bupati Buol didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian, Kepala Bappeda, Kepala PPKAD, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kadis Kesehatan, Kadis Pariwisata, Kadis Dikbud, Kadis Perikanan.

Agenda ini selain silaturahmi, juga membahas beberap hal terkait pembangunan dan kebijakan pemda Buol selama ini. Tujuan agar, informasi-informasi yang di dapatkan hanya melalui media social dapat di cek langsung kebenaranya. Aspek lainya yang menjadi pembahasan, adalah tentang prospek kebiajakn pembangunan SDM di Kabupaten Buol.

Sejarah Buol Adalah Sejarah Kaum Terpelajar

Dalam kesempatanya, Bupati Buol sedikit bercerita tentang romantisme dunia pendidikan di kabupaten Buol. Bagaimana semangat dan tekad untuk mengenyam pendidikan tak pernah surut sekalipun harus menempuh jarak berkilo-kilo meter.

“Orang Buol di kenal dengan kesadaranya yang terpelajar. Bahkan sekalipun dengan keterbatasan ekonomi serta jarak, tak sedikitpun menghentikan tekad menjadi kaum terpelajar. Saat masih tergabung dalam Kab. Buol Toli-Toli sekolah hanya ada di Leok, tetapi dari berbagai Kecamatan yang ada saat ini, datang mengenyam pendidikan di Leok” ujarnya.

“hampir di semua wilayah di Sulteng, pasti ada Guru orang Buol. Ini bukan tanpa sebab, dulu hanya ada dua Sekolah Pendidikan Guru (SPG), satu di Buol, satu di Kabupaten Donggala. Apalagi di Kabupaten Toli-toli, Sebagian besar guru-guru disana adalah orang Buol. Hal ini bukti bagaimana orang Buol sangat gandrung dan cinta pendidikan” ujar Bupati lagi. 

Kultur terdidik dan terpelajar menjadi satu budaya sampai saat ini. Turun temurun budaya kritis menjadi satu dinamika yang akan berkontribusi pada pembangunan dan kemajuan Buol. Kultur terpelajar ini merupakan satu modal utama Kab. Buol menjadi daerah yang maju kedepan.

Kebijakan Afirmatif dan SDM

Salah satu hal yang di soroti oleh Bupati adalah bagaimana menyediakan kondisi yang akan memastikan dan total interevensi agar aktifitas ekonomi rakyat sesuai hasil yang di inginkan. Kebijakan ini di kenal dengan kebijakan afirmatif, dimana suatu strategi kebijakan yang memastikan rakyat Buol benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan.

Dalam kebijakan Afirmatif, bagi Bupati, faktor Kualitas Sumber Daya Manusia sangatlah penting. Olehnya kebijakan dalam sector pendidikan, memberi akses yang luas untuk mengenyam dan menempuh pendidikan yang tinggi.

Kelak, disiplin ilmu yang didapat dari perguruan tinggi, akan sangat beperan penting dalam proses pembangunan daerah kedepan. Terlebih disiplin ilmu yang menjadi kebutuhan dasar warga, baik soal Pendidikan, Kesehatan, dan Utamanya Pertanian dan Peternakan.

Untuk memastikan akses mengenyam pendidikan tinggi bagi generasi muda, maka kebijakan dan program ekonomi di sector Pertanian, Perikanan dan Peternakan harus memastikan peningkatan pendapatan rakyat. Sebab, pendapatan yang meningkat, selain dapat menjamin kesejahteraan juga adalah jaminan bagi proses mengenyam pendidikan bagi generasi masa depan.

Agro ekonomi, biotekhnologi, agrotekhnologi, mikrobiologi, rekayasa genetik, adalah disiplin ilmu yang akan sangat berguna bagi kemajuan sector pangan kedepan. Tentu dengan tidak mengesampingkan disiplin ilmu yang lain. 

Tugas Pemerintah adalah, menciptakan prakondisi agar akses generasi dapat mengenyam pendidikan sesuai minat dan bakatnya. Demokratisasi pendidikan tidak saja membuka akses yang luas bagi dunia pendidikan, namun memberikan kebebasan untuk memilih disiplin ilmu yang di inginkan.

Kemajuan SDM Berdasarkan Data

Kebijakan Pemda dalam sector pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga dapat di ukur melalui data-data ilmiah. Sehingga progresifitas bidang pendidikan dapat di nilai kesuksesanya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita terbilang cukup tinggi, yakni berada di angka 67,69, hal ini menunjukan konsistensi Pemda dalam meningkatkan kapabilitas warga khususnya di usia 15 tahun keatas.

Data Lainya adalah Angka Partisipasi Murni atau partisipasi pendidikan berada di angka 62, 24, sedangkan jumlah partisipasi pendidikan khusus SMA-Perguruan Tinggi berada di angka 25.000 jiwa. (data BPS Dalam Angka 2020).

Membangun SDM yang maju dan berdaya saing adalah salah satu tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Olehnya, untuk memajukan perekonomian daerah, harus linear dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten.

Silaturahmi ini di tutup dengan foto bersama, Bupati bersama mahasiswa sambil meneriakan yel-yel Buol Maju dan Sejahtera.

BKSU : Klasterisasi dan Fungsionalisasi Terintegrasi Menuju Kekuatan Ekonomi Baru di Indonesia Timur

BKSU :Klasterisasi dan Fungsionalisasi Terintegrasi Menuju Kekuatan Ekonomi Baru di Indonesia Timur

Heboh soal Kerja Sama Utara-Utara yang di inisiasi oleh empat Kabupaten di Utara Sulawesi, mengundang banyak decak kagum dari berbagai kalangan. Bukan hal mudah membangun satu kekuatan ekonomi dari beberapa Kabupaten berbeda Provinsi. Apalagi jika semangatnya adalah membangun kawasan ekonomi bersama yang saling terintegrasi dan padu. Tak terkecuali dunia pemberitaan, Rapat Kerja Badan Kerjasama Utara-Utara (BKSU) menarik perhatian Radio Republik Indonesia (RRI) Toli-toli untuk datang langsung melakukan liputan khusus seputar BKSU ini. Bertempat ruang kerja Bupati Buol, Rabu 3 Maret 2021. Sebagai tuan rumah Rapat Kerja kemarin, Bupati Buol menjadi salah satu narasumber dialog RRI ini.

Klaster Ekonomi Terintegrasi

Dalam wawancara yang berlangsung kurang lebih empat puluh lima menit, Bupati Buol menyampaikan bahwa Badan kerja sama ini, di inisiasi kurang lebih 2 Tahun lalu, oleh Empat Kabupatan yakni Buol (Sulteng), Bolamongondow Utara (Sulut) dan Gorontalo Utara-Bone Bolango mewakili Provinsi Gorontalo. 

“Inisiasi ini di mulai di Universitas Negeri Gorontalo, sebagai sebuah upaya membangun kerja sama ekonomi yang kolaboratif dan terintegrasi. Selain itu, bagaimana setiap anggota kerja sama ini memiliki visi yang sama tentang pembangunan kekuatan ekonomi di kawasan Utara Pulau Sulawesi” Ujar Bupati Buol. Tujuan badan kerjasama ini adalah membangun Klaster atau Gabungan wilayah ekonomi. Bercermin seperti Jawa yang maju dan berkembang dengan kerja sama ekonomi yang terintegratif seperti ini. Klaster ekonomi di harapkan dapat menjadi satu kekuatan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. 

“Kerja sama ini bukan hendak menyeragamkan komoditas, atau saling menegasikan kedaulatan ekonomi masing-masing anggota. Justru relasi yang dibangun adalah kolaborasi integratif, dimana simbiosis mutualisme antara sesama anggota terbangun dengan koordinasi yang terarah dan terorganisir dengan baik” ujar Bupati lagi.

Badan kerjasama ini sedikit mencontoh beberapa kerja sama ekonomi Negara-negara di dunia seperti Asean (Kerja Sama Negara Asia Tenggara), NAFTA atau kerja sama perdagangan Negara Amerika Utara, European Union (EU), APEC atau Asia Pasific Ekonomic Cooperation, dan terakhir kerja sama BRIC (Brazil, Rusia, India, dan Cina).


Fungsionalisasi Wilayah Berdasar Keunggulan Komparatif

Menurut Bupati Buol, ada semacam usaha untuk memaksimalkan keunggulan komparatif (Comparative Advantage) masing-masing daerah, dan kemudian saling melakukan transaksi dagang baik untuk sesama anggota BKSU, maupun dapat di pasarkan ke luar wilayah BKSU, apalagi dengan wacana perpindahan Ibukota Negara. 

“Dapat di simulasikan seperti ini, semisal Buol fokus produksi pangan seperti beras, Jagung, dan Sapi, tetapi untuk industri pengolahan hilirnya ada di Gorut misalnya karena memiliki pelabuhan Anggrek, Kab. Bolmut focus mengembangkan kawasan pariwisata, atau dapat terjadi saling tukar hasil pangan, jika di Buol surplus beras dan daging, maka perluasan pasar dapat ke Kabupaten Anggota BKSU” ujar Bupati mantan dokter ini. 

“akan terjadi sharing tekhnologi, sharing produksi dan pasar. Praktek ini sama dengan menerapkan fungsionalisasi wilayah. Jadi siapa atau daerah mana melaksanakan apa? Yang terpenting setiap anggota BKSU tahu bidang ekonomi mana yang harus di kembangkan dan dimaksimalkan sesuai keunggulan komparatif masing-masing (comparative advantage)” Lanjut Bupati lagi. 

Cita-cita menjadi produsen sekaligus eksportir merupakan agenda bersama. tetapi tidak mengesampingkan tiga aspek penting, yakni kuantitas, kualitas, dan koneketivitas ekonomi daerah anggota BKSU. Akan terjadi penciptaan pasar bersama, atau akan ada klasifikasi daerah depan dan daerah belakang sesuai fungsionalisasi wilayah.

Menurut Bupati, tidak ada yang tidak mungkin, sebab Kabupaten yang tergabung dalam BKSU ini memiliki segala prasyarat untuk membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Dua factor utama di miliki oleh daerah BKSU yakni sisi Sumber Daya Manusia (SDM), dan keuntungan dari (sumber daya alam) yang memang sangat kaya dan beragam-tinggaal bagaimana memaksimalkanya. 

Harapanya Badan Kerjasama ini, selain dapat membangun kemandirian dan kedaulatan juga dapat menarik perhatian pusat untuk lebih membantu mengembangkan ekonomi kawasan timur Indonesia, khususnya diwilayah Utara Sulawesi. 

Dengan majunya kerjasama ini, perlahan mulai menarik minat beberapa Kabupaten sekitar untuk bergabung. Ada Kabupaten Minahasa Utara, dan khususnya Bupati Buol akan mencoba mengajak Kabupaten Toli-toli untuk bergabung. Hal yang membanggakan ada wacana Kabupaten Panajam Utara salah satu wilayah yang diproyeksikan menjadi wilayah Ibukota Baru juga ingin bergabung di Badan Kerjasama Utara-Utara ini. 

Dialog Interaktif ini, juga menghadirkan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai salah satu narasumber dan sekaligus inisiator terbentuknya Badan Kerjasama ini, selain Bupati Buol.

Sukseskan Target RPJMD, Adalah Tugas Sejarah dan Kemanusiaan

Bupati Buol memimpin Rapat Konsultasi Publik penyusunan Rancangan Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2021. Rapat yang maha penting ini, dihadiri oleh seluruh unsur pemerintahan, baik asisten, staf ahli, kepala OPD dan seluruh Camat se- Kabupaten Buol, bertempat di Aula Kantor Bupati, Rabu, 3 Maret 2021.

2022 Capai Target Visi-Misi dan RPJMD

Saat membuka kegiatan, Bupati Buol Amirudin Rauf menekankan kepada seluruh jajaran pemerintahan, khususnya OPD agar focus merealisasikan target dan capaian Visi-Misi dan RPJMD Tahun 2022 sebagai pertanggungjawaban moral, politik, dan sosial kepada rakyat.

“ Tahun 2022 adalah tahun terakhir periode jabatan saya. Olehnya, saya harapkan kita harus mampu mengakselerasi seluruh program dan kebijakan untuk mempercepat pemenuhan target kita. Jika bisa, di akhir tahun ini, kita sudah mampu mencapai, atau paling tidak menghampiri target kita di Tahun depan” ujar Bupati.

Menurut Bupati, aspek kualitas dan kuantitas harus berjalan seiring. Artinya, selain terdapat peningkatan hajat hidup rakyat dan pengentasan kemiskinan, namun mesti terdapat juga perubahan berdasarkan deret ukur, atau dapat di ukur dalam aspek kuantitas.  

Tak lupa, Bupati memaparkan data-data yang masih harus di genjot untuk memenuhi target RPJMD tersebut. Pertama, Target 50.000 ekor sapi, yang tahun 2020 kemarin baru berada di angka 35.433 ekor (minus 14.000 ekor), Kedua, Target 50. 000 ton beras yang tahun kemarin baru di angka 35 ribu ton (minus 15 ton), dan target pengembangan budidaya udang vaname. 

Target yang sudah tercapai bahkan melebihi ada pada sektor produksi jagung, dimana target 100 ribu ton Tahun 2022, di akhir Tahun 2020, produksi jagung sudah berada di angka 117 ribu ton (surplus 17 ribu ton), menyisakan waktu dua tahun sebelum target RPJMD.

Gerakan Semesta Pengentasan Kemiskinan

Aspek kualitatif yang mesti menjadi platform dan panglima kebijakan dan program menurut Bupati Buol adalah pada ukuran dan indikator kesejahteraan rakyat yang secara otomatis berarti seturut dengan pengentasan kemiskinan.

“Dampak program yang kita cetuskan sudah memberi efek menetes pada hajat hidup rakyat, walaupun belum maksimal dan mencapai target kita.  Geliat aktifitas produksi perekenomian multi sector rakyat meningkat. Di Tahun 2019 kemiskinan berada di angka 15 persen, terjadi penurunan di Tahun 2020 menjadi 13 persen “ tambah Bupati. 

“target kita di tahun 2022 angka kemiskinan harus turun sampai ke angka 1 digit. Olehnya kita harus menggalakan program “gerakan semesta” untuk pengentasan kemiskinan. Setiap OPD harus melahirkan program dan kebijakan yang memiliki perspektif lompatan jauh kedepan untuk mengakselerasi capaian target ini. Gerakan semesta ini harus multi sektoral” ucap Bupati lantang.

“Ciptakan program yang dapat  mengentaskan kemiskinan. Kita harus Optimis angka kemiskinan kita turun hanya 1 digit di Tahun depan” lanjut Bupati.

Olehnya, gerakan semesta pengentasan kemiskinan ini harus menjadi pijakan utama lahirnya program di setiap OPD. Dalam menyusun kebijakan dan program OPD harus mampu kreatif dan inovatif serta berpikir kritis dalam mengelaborasi program yang berkonsekuensi pada pembukaan lapangan kerja baru.

“Membuka lapangan kerja baru, akan menyerap pengangguran kedalam sector kerja. Hal ini, tentu akan meningkatkan pendapatan rakyat. Olehnya, saya harap OPD harus jeli dan cerdas menyusun kerangka program dan kebijakanya” lanjut Bupati. 

Menurut Bupati, sekalipun Kab. Buol bukan merupakan daerah industri ekstraktif seperti Kab. Morowali dan Luwuk, namun hal itu bukan menjadi alasan untuk tidak mampu melahirkan program yang menyerap tenaga kerja. Sector pertanian, peternakan, dan perikanan akan menjadi liding sector penyerapan tenaga kerja di Buol. 

Ketatkan Ikat Pinggang OPD!

Kebijakan pengetatan ikat pinggang bukan hal baru dalam istilah ekonomi. Praktek ini adalah kecenderungan kebijakan ekonomi suatu Negara saat terjadi krisis atau paska krisis. Fokusnya adalah efisiensi, atau pemangkasan anggaran yang tidak prioritas atau mengurangi konsumsi yang tidak perlu.

Situasi pandemik Covid-19 menyebabkan krisis ekonomi global. Raksa-raksasa ekonomi dunia sekalipun seperti AS dan China tak lepas dari badai resesi ekonomi akibat pandemi yang menyebar dengan cepat ini. Pandemik menyingkap satu hal: haluan ekonomi setiap Negara terbukti rapuh dan rentan krisis sewaktu-waktu.

Dalam skala lokal, pandemik memaksa terjadi pemangkasan anggaran dan refocusing anggaran. Sudah dua tahun sejak pandemic hadir, pemangkasan anggaran dan refocusing menjadi solusi untuk pembiayaan penanganan pandemic Covid-19 tersebut.

Untuk itu, Bupati Buol berharap agar seluruh OPD sadar akan kondisi keuangan daerah saat ini. Di butuhkan empati dan keihklasan agar memangkas anggaran yang tidak prioritas, seperti perjalanan dinas, dan anggaran lainnya yang tidak bersentuhan langsung dengan hajat hidup rakyat.

“OPD wajib menerapkan kebijakan pengetatan Ikat Pinggang. Hapus anggaran yang tidak prioritas, dan alokasikan untuk membiayai dan melahirkan program yang bersentuhan langsung dengan perekonomian rakyat sekaligus memiliki efek domino pada pembukaan lapangan kerja. Perjalanan dinas yang tidak perlu, lebih baik di alihkan untuk program kerakyatan” ujar Bupati Buol meyakinkan OPD.

Buol Adil Makmur Bukan Kapitalistik-Eksploitatif

Olehnya bupati sangat berharap kepada seluruh pimpinan OPD untuk menghindari tindakan-tindakan kolaborasi negative yang hanya mementingkan kepentingan segelintir orang, dan mengesampingkan kepentingan rakyat banyak.

“Saya harap para Kepala Dinas untuk mawas diri, dan berhati-hati dalam menjalankan kegiatan. Tidak boleh ada unsur nepotisme dan koruptif dalam setiap menjalankan kegiatan. 

Bupati mengatakan kita ingin program di era kita dapat mewujudkan masyarakat Buol yang adil dan makmur. Masyarakat tanpa eksploitasi. Buol yang hendak wujudkan adalah Buol tanpa penghisapan manusia atas manusia. 

Tugas Sejarah dan Tugas Kemanusiaan

Olehnya Bupati menginstruksikan agar OPD mengutamakan rasa kemanusiaan dan kepedulian. Menurut Bupati, pengelolaan pemerintahan kita sudah cukup baik dengan meraih WTP empat kali berturut-turut dan di Tahun 2020 dalam pemberantasan korupsi meraih peringkat pertama se-Sulteng dan peringkat 42 se- Indonesia. 

Bagi Bupati, saat ini, tugas mensejahterakan rakyat adalah tugas mulia. Tugas pengabdian pada kemanusiaan. Sukses mewujudkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan adalah tugas sejarah. Olehnya menurut Bupati “Kita sedang mencipta sejarah, jadi ukirlah sejarah kalian baik pimpinan OPD maupun para camat, kita ingin sejarah kita diceritakan oleh generasi setelah kita bertahun-tahun mendatang” lanjut Bupati Buol.

Tak lupa untuk memastikan kinerja pemerintahan lebih baik lagi, dimana setiap orang bekerja berdasarkan kapasitas, kapabilitas, serta kecerdasan yang mumpuni. Olehnya dalam menempati jabatan harus berdasarkan seleksi yang profesional dan kredibel. Tak lupa Bupati Buol mengutip kalimat dari Tokoh Reformasi Ekonomi Tiongkok Deng Xiaoping.

“Tidak peduli kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus” ujar Bupati mengutip perkataan Deng.

“Jika masa depan umat manusia ditentukan oleh ketiadaan anda, hanya karena anda sibuk dengan kepentingan pribadi anda, maka anda tidak akan terbebas dari konsekuensinya” Yuval Noah Harari.

Raker BKSU: Mewujudkan Kawasan Ekonomi Terpadu Menuju Gerbang Ekonomi Indonesia Timur

Kabupaten Buol menjadi tuan rumah pelaksaan Rapat Kerja Badan Kerja Sama Utara-Utara sector Pertanian dan Peternakan. Bupati Buol selaku kepala daerah, menyampaikan sambutan seputar perkembangan, capaian, dan kemana arah kerja sama ini.  Bertempat di Kantor Bupati, Selasa, 2 Maret 2021. Bupati menyampaikan pentingnya badan kerja sama ini. Terkhusus di Bidang ekonomi, Bupati mengharapkan kerja sama utara-utara dapat menjadi satu kerja sama yang berwujud suatu kawan ekonomi terpadu yang dapat menjadi suatu kekuatan ekonomi baru khususnya di Indonesia Timur. Membangun Kawasan Ekonomi Terpadu Bupati Buol dalam sambutanya menyampaikan, kerja sama Utara-utara sudah berjalan kurang lebih Tujuh tahun. Tentu, harapanya, kerja sama yang sudah lama terbangun ini, harus lebih maju dan memiliki implikasi pada pembangunan ekonomi di daerah anggota kerja sama Utara-utara. “kerja sama Utara-utara ini, harus memiliki bentuk dan arah tujuan serta implikasi yang jelas. Focus utama dari kerja sama ini adalah bagaimana mengembangkan dan membangun perekonomian bersama terpadu, dan sinergis. Dalam benak saya. Kerja sama ini akan membangun satun kawasan ekonomi terpadu bagi daerah-daerah anggota” ujar Bupati.

Menurut Bupati, dengan membangun satu kawasan ekonomi terpadu, maka kerja sama ini dapat menjadi kekuatan ekonomi baru, khususnya di Indonesia Timur. Ada kerja sama, saling support, dan simbiosis mutualisme yang terjalin. 

“Jika kerja sama ini berimplikasi pada kemajuan, ketahanan dan kedaulatan ekonomi, bukan hal mustahil kita akan menjadi satu kekuatan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia” tutur Bupati Buol optimis.

Kedaualatan Pangan Kunci  Salah satu keunggulan dari Kabupaten-kabupaten yang tergabung dalam kerjasama utara-utara ini terletak di dua sector ekonomi utama, yakni Pertanian dan Peternakan. Olehnya sector ini mesti dikembangkan dan di majukan agar memberi implikasi ekonomis bagi kawasan utara-utara ini.  “Jika kita dapat memaksimalkan produksi pangan kita, selain kita dapat memenuhi konsumsi dalam daerah, kita juga dapat memanfaatkan kelebihan hasil pangan (surplus) menjadi pendapatan ekonomi daerah. Olehnya, produksi dan produktiftas hasil pangan kita harus kita tingkatkan sampai kita bisa swasembada” ujar Bupati. Kemandirian dan ketahanan pangan akan menjadi salah satu asset bagi daerah yang tergabung dalam kerjasama utara-utara terlebih dengan proyeksi Ibukota baru di Kalimantan Utara. Daerah-daerah utara-utara memiliki keunggulan selain sumber daya alam, juga keuntungan geografis berupa jarak tempuh yang dekat dengan ibukota Negara baru.  Saat ini, Kab. Buol dalam beberapa tahun terakhir mulai mewujudkan target kemandirian dan ketahanan pangan tersebut. Dengan terus menggenjot produksi beras dan jagung, serta peningkatan drastis populasi sapi.  Buol Sedang Memulai Untuk menjadi salah satu daerah yang dapat memanen buah dari kebijakan pemindahan ibukota tentu bukan perkara mudah. Sebab, di butuhkan suatu perencanaan dan strategi kebijakan yang tepat, terukur dan terencana. Kab. Buol telah meletakan dasar pembangunan ekonomi khususnya pangan, di gambarkan dalam RPJMD yakni: Tahun 2022 Produksi Beras 50 ribu Ton, Produksi Jagung 100 ribu ton (telah di capai tahun 2021), populasi sapi 50 ribu ekor, dan juga pengembangan budidaya tambak udang. 

Keempat program kemandirian dan ketahanan pangan ini di sebut sebagai empat pilar kesejahteraan dan telah di tetapkan sebagai Program Strategis Daerah. 

Data Tahun 2020, Produksi beras Kabupaten Buol mencapai angka 35.433 Ton, Jagung 117.323 Ton. Sedangkan populasi sapi untuk Tahun 2020 sudah berjumlah 35 ribu ekor. Selain itu, mulai tahun kemarin pengembangan kawasan budidaya udang vaname sudah di mulai. Dimana hampir semua desa sedang membuka tambak budidaya udang vaname.

Gambaran data ini menunjukan Buol sedang memulai tahapan menuju daerah penyanggah pangan wilayah tetangga dan juga Ibukota. Hal yang mesti di kembangkan oleh para Kabupaten anggota kelompok kerja sama Utara-utara.

Namun tak mesti mengembangkan komoditas yang sama, dapat juga mengembangkan komoditas yang lain yang di sesuaikan dengan potensi dan keunggulan komparatif masing-masing daerah. Jika hal ini dapat dilakukan, maka akan menjadi daerah yang saling mensuport secara ekonomi serta menjadi satu kekuatan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.